AMMDes Bisa Jadi Katalis Pemerataan Ekonomi

Pemerintah akan memacu pengembangan Alat Mekanik Multifungsi Pedesaan atau AMMDes demi menyokong produktivitas dan mendorong pemerataan ekonomi nasional.
Galih Kurniawan
Galih Kurniawan - Bisnis.com 18 April 2019  |  13:19 WIB
AMMDes Bisa Jadi Katalis Pemerataan Ekonomi
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mendapatkan penjelasan mengenai Ammdes di pabrik PT Kreasi Mandiri Wintor Indonesia (KMWI) di Citeureup, Jawa Barat, Selasa (26/3/2019). - BISNIS.COM/TOM

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah akan memacu pengembangan Alat Mekanik Multifungsi Pedesaan atau AMMDes demi menyokong produktivitas dan mendorong pemerataan ekonomi nasional.

“Kementerian Perindustrian bertekad untuk terus mendorong pengembangan dan pemanfaatan AMMDes secara konsisten dan berkelanjutan, sehingga menggenjot produktivitas dan kesejahteraan masyarakat desa dalam upaya menciptakan kemandirian industri dan ketahanan ekonomi nasional,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dalam siaran pers, Kamis (18/4/2019).

Menurutnya, sejak diluncurkan secara resmi pada Agustus 2018, AMMDes mencapai perkembangan yang luar biasa dan telah memasuki tahap produksi massal.

Beberapa unit AMMDes sudah diaplikasikan pada berbagai bidang, seperti yang dilengkapi dengan alat perontok padi, penjernih air, pembuat es serpihan, pengolah kopi, pemoles beras, generator listrik, pascapanen pisang, dan ambulance feeder.

Pengembangan AMMDes juga mendapat respons positif dari sejumlah pihak. Lembaga bantuan Pemerintah Amerika Serikat yang beroperasi di Indonesia, United States Agency for International Development (USAID) menyatakan performa AMMDes cukup baik.

USAID sudah menguji coba AMMDes aplikasi ambulance feeder untuk membantu mobilisasi warga di lingkungan kampung Baduy, Kabupaten Lebak, yang membutuhkan layanan kesehatan, seperti ibu hamil yang membutuhkan penanganan cepat saat persalinan.

“Kami di USAID udah mengujicoba AMMDes aplikasi ambulance feeder untuk mengangkut ibu hamil terutama di daerah offroad. Kami uji coba di Bojongmanik, di daerah Baduy di Kabupaten Lebak yang banyak ibu hamilnya dengan kondisi ekonomi yang rendah dan akses ke Puskesmas sulit," ujar DR Harris, Regional Manager USAID Jalin Project Provinsi Banten.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Ammdes

Editor : Galih Kurniawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup