Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Komitmen Pemda Dalam Akses Air Minum Masih Rendah

Kementerian Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat (PUPR) berharap pemerintah daerah meningkatkan komitmen kepada perusahaan daerah air minum (PDAM) guna menggenjot akses air minum.
Rivki Maulana
Rivki Maulana - Bisnis.com 16 April 2019  |  15:49 WIB
Instalasi PDAM Tirta Khatulistiwa di Pontianak. - Dok. Kementerian PUPR
Instalasi PDAM Tirta Khatulistiwa di Pontianak. - Dok. Kementerian PUPR

Bisnis.com, JAKARTA -- Kementerian Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat (PUPR) berharap pemerintah daerah meningkatkan komitmen kepada perusahaan daerah air minum (PDAM) guna menggenjot akses air minum.

Saat ini, sebanyak 60 persen dari 391 PDAM di seluruh Indonesia memiliki kinerja tidak sehat.

Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR, Danis H. Sumadilaga mengatakan upaya menyehatkan kinerja PDAM perlu terus dilakukan, salah satunya dengan meningkatkan kapasitas permodalan PDAM.

Pemerintah pusat, lanjutnya memberikan pendampingan baik dalam peningkatan kapasitas maupun pendampingan kerja sama pengusahaan lewat Badan Peningkatan Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum (BPPSPAM).

"Komitmen pemda masih rendah. Secara rata-rata, alokasi APBD [anggaran pendapatan dan belanja daerah] untuk PDAM hanya 0,36 persen. Investasi untuk air bersih juga kurang dari 10 persen," jelasnya di Jakarta, Senin (16/4/2019).

Danis mengakui, dalam empat tahun terakhir target untuk mencapai akses air 100 persen tidak tercapai. Pada 2018, akses air bersih yang layak baru mencapai 74 persen. Bahkan, akses air melalui jaringan perpipaan di bawah 30 persen.

Dia menegaskan, air merupakan kebutuhan utama bagi masyarakat sehingga pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya perlu melakukan beragam cara guna meningkatkan akses air. Salah satu cara yang ditempuh di tengah keterbatasan anggaran pemerintah pusat dan daerah adalah kerja sama dengan badan usaha.

Menurut Danis, kebutuhan investasi untuk meningkatkan akses hingga 100 persen mencapai Rp253 triliun. Estimasi itu bisa bertambah menjadi sekitar Rp300 triliun karena taksiran kebutuhan investasi dihitung pada 2016.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sistem penyediaan air minum (spam)
Editor : M. Rochmad Purboyo
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top