Pulang Umrah, Jokowi Resmikan Proyek Halal Park di GBK

Pembangunan Halal Park akan menggunakan lahan seluas 21.000 meter persegi dan membutuhkan waktu selama 2 tahun.
Yanita Petriella | 16 April 2019 12:30 WIB
Presiden Joko Widodo memberikan keterangan resmi seusai pembukaan Halal Park di Kompleks GBK, Selasa (16/4/2019). - Bisnis/Amanda Kusuma Wardhani

Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka Moslem District Destination Halal Park yang dibangun sebagai pusat gaya hidup halal Indonesia. Jokowi mengatakan pembangunan Halal Park di area Geloa Bung Karno tersebut menelan investasi sebesar Rp250 miliar.

Rencananya, pembangunan Halal Park akan menggunakan lahan seluas 21.000 meter persegi di Jakarta dan membutuhkan waktu selama 2 tahun, atau selesai pada 2020. Kehadiran Halal Park akan bisa memacu pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, [pembangunan] Halal Park saya nyatakan diresmikan," ujar Jokowi, Selasa (16/4). 

Menurutnya, rencana pembangunan Halal Park Ini bukan barang baru. Pemerintah mengklaim telah melakukan pembahasan pembangunan Halal Park ini sebanyak tiga pertemuan di Istana. 

Pembangunan Halal Park ini memadukan sumberdaya yang dimiliki pemerintah, BUMN, seluruh industri halal di Tanah Air. "Kita angkat industri halal Indonesia sebagai motor pertumbuhan ekonomi, ladang kreativitas produktivitas, generasi muda kita. Sebagai sumber kesejahteraan umat," katanya. 

Jokowi menambahkan nantinya sektor pariwisata menjadi leading sektor halal di Tanah Air. Hal ini sejalan dengan potensi Indonesia yang diprediksi akan menjadi 10 besar ekonomi terbesar di dunia pada 2030 dan Indonesia telah memperoleh predikat ranking pertama wisata halal di dunia berdasarkan Global Muslim Travel Index (GMTI) 2019. 

Proses pembangunan diawali melalui pembukaan Miniatur Halal Park yang berlokasi di Jalan Pintu Satu Senayan, Area Gelora Bung Karno. Saat ini, Miniatur Halal Park menyediakan beragam tenant fesyen, makanan dan minuman, dan produk UMKM yang dapat dinikmati oleh para pengunjung.

Kementerian BUMN yang ditunjuk Presiden sebagai koordinator pelaksana tugas pembangunan Halal Park menyatakan komitmen untuk mengawal dan mendukung pembangunan Halal Park. 

Kementerian BUMN juga berkontribusi menyediakan produk-produk Rumah Kreatif BUMN (RKB) dari beberapa perusahaan BUMN yang terdiri dari produk fesyen dan makanan minuman.

"Kementerian BUMN menginginkan dampak kinerja BUMN tidak hanya bagus secara kinerja perusahaan, tetapi juga dapat dinikmati oleh masyarakat secara langsung," ujar Menteri BUMN Rini Soemarno. 

Dalam tahap pembangunan Halal Park sebagai pusat gaya hidup masyarakat urban Jakarta, pemerintah menunjuk salah satu perusahaan BUMN khusus di bidang konstruksi, PT Wijaya Karya Tbk. (WIKA). 

Direktur Utama WIKA Tumiyana menambahkan Halal Park berkonsep kolaborasi antara desain aktivitas berbasis konsep halal melalui adaptasi nilai-nilai keislaman yang digabungkan dengan budaya Nusantara. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
produk halal

Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top