Kementerian PUPR Gelar Workshop Konstruksi untuk 2.405 Mahasiswa di Lampung

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bekerjasama dengan sejumlah perguruan tinggi di Provinsi Lampung menyelenggarakan Workshop Konstruksi bagi 2.405 mahasiswa.
Krizia Putri Kinanti
Krizia Putri Kinanti - Bisnis.com 13 April 2019  |  06:19 WIB
Kementerian PUPR Gelar Workshop Konstruksi untuk 2.405 Mahasiswa di Lampung
Menteri Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat - Kementerian PUPR

Bisnis.com, JAKARTA- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bekerjasama dengan sejumlah perguruan tinggi di Provinsi Lampung menyelenggarakan Workshop Konstruksi bagi 2.405 mahasiswa.

Kegiatan ini dalam rangka link and match antara kebutuhan Badan Usaha Jasa Konstruksi terhadap Sumber Daya Manusia (SDM) terampil kompeten yang bersumber dari lembaga pendidikan.

Peserta yang turut dalam pelatihan antara lain dari Universitas Lampung (1318 orang), Universitas Bandar Lampung (316 orang), Universitas Malahayati (188 orang), Universitas Saburai (108 orang), Universitas Muhammadiyah Lampung (42 peserta), Universitas Muhammadiyah Metro (57 orang), Universitas Megou pak Tulang Bawang (3 orang), Institut Teknologi Sumatera (371 orang), dan Sekolah Tinggi Teknik Nusantara (2 orang).

"Seperti kita ketahui bahwa era industri 4.0 merupakan era digitalisasi, dimana dibutuhkan persaingan inovasi dan keahlian. Untuk itu butuh penguatan pembinaan SDM di Perguruan Tinggi, Politeknik, Pesantren, dan SMK," kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam siaran resmi yang diterima Bisnis, Sabtu (13/4/2019).

Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Konstruksi Syarif Burhanuddin mengatakan bahwa Kementerian PUPR sebagai pembina jasa konstruksi nasional telah meningkatkan kerjasama dengan lembaga-lembaga pendidikan mulai dari SMK, Politeknik hingga Universitas sesuai fokus Pemerintah saat ini untuk pengembangan SDM Indonesia khususnya bidang konstruksi.

“Perguruan Tinggi sebagai Centre of Excellent para tenaga ahli bidang konstruksi harus merespons isu-isu strategis bidang konstruksi, seperti sustainable construction, value engineering, Building Information Modelling, serta penggunaan teknologi informasi pada era industri 4.0,” katanya.

Selanjutnya kerja sama dengan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) melalui program mahasiswa magang pada proyek infrastruktur. Kementerian PUPR memberikan fasilitas akses kepada 6.000 mahasiswa perguruan tinggi maupun politeknik di seluruh Indonesia untuk magang di proyek-proyek yang dilakukan oleh BUJK.

“Pemerintah juga memiliki inovasi dalam pelayanan publik untuk mempercepat sertifikasi yang berbasis online, yaitu Sistem Informasi Belajar Intensif Mandiri atau SIBIMA Konstruksi. Dimana adik-adik (mahasiswa) bisa mengaksesnya dengan mudah, murah dan efektif,” ujar Syarif.

Dalam mendorong kesiapan kompetensi tenaga kerja konstruksi, Kementerian PUPR terus meningkatkan kompetensi SDM bidang konstruksi melalui Program Percepatan Sertifikasi Tenaga Kerja Konstruksi yang telah dicanangkan Presiden Joko Widodo pada 19 Oktober 2017.

Kepemilikan sertifikat kompetensi kerja merupakan kewajiban bagi para pekerja konstruksi sebagaimana diatur dalam UU  No 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi.

Syarif mengatakan, selain bertujuan untuk mengukur kompetensi para tenaga kerja konstruksi, sertifikasi juga akan memudahkan lulusan perguruan tinggi dan politeknik mendapat pekerjaan sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan.

Program ini juga untuk memenuhi jumlah tenaga kerja konstruksi bersertifikat di Indonesia. Berdasarkan data LPJKN per April 2019, jumlah tenaga kerja konstruksi bersertifikat baru sebesar 627.500 orang yang terdiri dari 429.588 orang tenaga terampil dan 197.892 tenaga ahli atau sekitar 7,6 % dari total jumlah tenaga kerja konstruksi sebesar 8,3 juta orang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
perguruan tinggi, Kementerian PUPR

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top