PT KCI Siap Datangkan Ratusan Kereta Baru dari Jepang

PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) akan mendatangkan 192 unit JR East 205 dengan tahun pembuatan yang lebih muda sebagai upaya peremajaan kereta pada tahun ini.
Rio Sandy Pradana | 11 April 2019 17:59 WIB
Ilustrasi - Gerbong Kereta Rel Listrik (KRL) bekas diturunkan dari kapal di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (4/4/2018). PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) membeli 10 gerbong KRL seri 6000 seharga sekitar Rp10 miliar dari perusahaan Jepang, Tokyo Metro. - ANTARA/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) akan mendatangkan 192 unit JR East 205 dengan tahun pembuatan yang lebih muda sebagai upaya peremajaan kereta pada tahun ini.


Direktur Utama KCI Wiwik Widayanti mengatakan, target pendatangan kereta tersebut merupakan hasil kerja sama dengan East Japan Rilways Company (JR East) dalam periode 2018--2020. Dalam rentang waktu tersebut jumlah kereta yang akan didatangkan mencapai 356 unit.


"Pada 2019 akan mendatangkan 192 unit kereta, sementara ini yang sudah terealisasi hingga Januari 2019 baru 24 unit," kata Wiwik, Rabu (10/4/2019) malam.


Dia menambahkan pengiriman kereta pada tahun ini akan jauh lebih banyak dibandingkan dengan 2018. Saat itu, kereta yang didatangkan hanya berjumlah 68 unit.


Dengan demikian, lanjutnya, sisa kereta yang akan dikirimkan pada 2020 sebanyak 96 unit. Adapun, kerja sama dengan JR East tersebut memiliki total nilai investasi sebesar Rp190 miliar.


Kereta yang didatangkan adalah seri 205 berdimensi panjang 20.000 mm, lebar 2.800 mm, dan tinggi 4.086 - 4.140 mm. KCI mengklaim kereta yang dikirim rata-rata memiliki tahun pembuatan 1990-an.


Direktur Teknik KCI John Roberto menuturkan, 192 unit kereta tersebut masih dalam bentuk Stamformasi 8 (SF 8). Adapun, KCI ingin menjadikannya dalam SF 12.


"Nanti akan menjadi 16 train set. Pengubahan menjadi SF 12 dimaksudkan agar kapasitas daya angkut lebih banyak dan meningkatkan kenyamanan," kata John.


Pihaknya menambahkan, pendatangan kereta baru tersebut bertujuan untuk meningkatkan kapasitas angkut. Adapun, KCI menargetkan bisa melayani sebanyak 343,54 juta orang sepanjang tahun ini atau meningkat hingga 2,5% dibandingkan dengan target 2018 sebesar 335,6 juta penumpang.


Di sisi lain, imbuhnya, juga sebagai bentuk peremajaan unit kereta yang sudah berusia tua yang mencapai 40% dari total unit keseluruhan. Pengoperasian kereta baru ini bisa mengurangi risiko terjadinya gangguan.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jepang, kereta api, commuter line

Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup