Industri Kosmetik Nasional Ditargetkan Tumbuh 9%

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menargetkan industri kosmetik nasional dapat tumbuh 9% pada tahun ini. Pasalnya Indonesia merupakan salah satu pasar produk kosmetik yang cukup potensial, sehingga menjanjikan bagi produsen yang ingin mengembangkannya.
Galih Kurniawan
Galih Kurniawan - Bisnis.com 10 April 2019  |  10:33 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menargetkan industri kosmetik nasional dapat tumbuh 9% pada tahun ini. Pasalnya Indonesia merupakan salah satu pasar produk kosmetik yang cukup potensial, sehingga menjanjikan bagi produsen yang ingin mengembangkannya.

“Kami menargetkan pada tahun ini,industri kosmetik dapat tumbuh hingga 9%,” ujar Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil Kemenperin Achmad Sigit Dwiwahjono dalam siaran pers, Rabu (10/4).

Menurutnya, pertumbuhan itu didorong permintaan pasar dalam negeri dan ekspor yang meningkat setiap tahunnya. Hal ini seiring tren masyarakat yang mulai menganggap produk perawatan tubuh sebagai kebutuhan utama.

Kemenperin mencatat pada 2017 pelaku industri kosmetik di Tanah Air mencapai lebih dari 760 perusahaan. Dari total tersebut, sebanyak 95% industri kosmetik nasional merupakan sektor industri kecil dan menengah (IKM).

“Dari industri yang skala menengah dan besar, beberapa sudah mengekspor produknya ke negara-negara di Asean, Afrika, Timur Tengah dan tujuan lainnya,” ujar Sigit.

Pada tahun 2017, tercatat nilai ekspor produk kosmetik nasional mencapai US$516,99 juta, atau naik 16% jika dibandingkan dengan tahun 2016 yang sebesar US$470,30 juta.

Sigit menuturkan Kemenperin sedang fokus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan daya saing industri kosmetik melalui berbagai program dan kebijakan strategis yang memperkuat struktur sektor tersebut. Misalnya, dengan bertransformasi menerapkan teknologi digital untuk menciptakan nilai tambah tinggi di dalam negeri seiring eraindustri 4.0 saat ini.

“Pemanfaatan teknologi dan kecerdasan digital mulai dari proses produksi dan distribusi ke tingkat konsumen, tentu akan memberikan peluang baru guna dapat meningkatkan daya saing industri dengan adanya perubahan selera konsumen dan perubahan gaya hidup.”

Sebelumnya, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyebutkan, Indonesia merupakan salah satu pasar kosmetik yang cukup besar sehingga bisnisnya prospektif dan menjanjikan. Potensi pasar domestik ini antara lain meningkatnya jumlah populasi penduduk usia muda atau generasi millenial.

“Saat ini, produk kosmetik sudah menjadi kebutuhan primer bagi kaum wanita yang merupakan target utama dari industri kosmetik. Selain itu, seiring dengan perkembangan zaman, industri kosmetik juga mulai merambah pasar pria dan anak-anak,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
manufaktur, kosmetik

Editor : Galih Kurniawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top