JICT Sasar Sektor Pendidikan jadi Program Utama CSR

Sektor pendidikan masih menjadi sasaran utama Jakarta International Container Terminal (JICT) sebagai program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR).
Andini Ristyaningrum
Andini Ristyaningrum - Bisnis.com 08 April 2019  |  18:00 WIB
JICT Sasar Sektor Pendidikan jadi Program Utama CSR
Kegiatan Pendalaman Kolam Dermaga JICT - Bisnis/A. Mabrori

Bisnis.com, MAKASSAR -- Sektor pendidikan masih menjadi sasaran utama Jakarta International Container Terminal (JICT) sebagai program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR).

Perusahaan operator pelayanan peti kemas Pelabuhan Tanjung Priok ini menilai hal tersebut bertujuan untuk menciptakan keseimbangan. 

Wakil Direktur Utama PT JICT, Riza Erivan menyatakan, sejak 2007 JICT telah berkomitmen untuk memberdayakan masyarakat melalui program CSR dengan pendidikan menjadi fokus utama. 

"Tujuannya yaitu untuk menciptakan keberlanjutan hidup dan hubungan kemitraan yang timbal balik antara perusahaan dan strategic stakeholder, terutama komunitas atau masyarakat di sekitar wilayah kerja dan operasi kami," terang Riza melalui siaran pers nya yang diterima Bisnis, Senin (8/4/2019).

Ia menjelaskan, di beberapa negara termasuk Indonesia kegiatan CSR telah diatur oleh pemerintah sebagai bentuk kewajiban. Hal itu tertuang dalam beberapa regulasi seperti UU no. 22/2001 tentang Migas, UU no. 40/2007 tentang Perseroan Terbatas, dan UU no. 25/2007 tentang Penanaman Modal. 

Bagi perusahaan, CSR juga merupakan pemenuhan kewajiban hukum. Namun di luar dasar penugasan atau kewajiban, tanggung jawab sosial perusahaan sudah seyogyanya dilaksanakan demi terwujudnya keselarasan. 

Sebagai contoh,  konsep yang digagas John Elkington yakni Tripple Bottom Lines (profit, planet dan people). Maksud konsep tersebut adalah kepedulian perusahaan yang menyisihkan sebagian keuntungannya (profit) bagi kepentingan pembangunan manusia (people) dan lingkungan (planet) secara berkelanjutan. 

"Perusahaan tentu harus memandang CSR sebagai investasi mereka terhadap keberlangsungan bisnis di masa yang akan datang," ungkap Riza. 

Olehnya itu, lanjut Riza pendidikan merupakan satu-satunya jalan yang harus ditempuh untuk mengubah nasib seseorang. Yang mana pihaknya berharap melalui program pendidikan yang dijalankan, maka perusahaan dan masyarakat dapat tumbuh bersama.

Selain pendidikan, untuk memberdayakan masyarakat JICT juga membuat program kesehatan dan lingkungan. Berawal dari keinginan untuk tumbuh bersama, JICT merancang program-program yang memenuhi aspek Sustainable Development Goals (SDGs) atay pembangunan berkelanjutan. 

Secara serius JICT menjalankan komitmen moral dan kemanusiaan itu, yang membawa perusahaan tersebut meraih penghargaan program CSR terbaik untuk kategori SDGs 4 pada ajang Indonesian Sustainable Development Goals Award (ISDA) selama 2 tahun berturut-turut pada 2017 dan 2018 dari Corporate Forum for Community Development (CFCD). 

"Kami memiliki Program Rumah Belajar (RumBel) yang menyabet penghargaan Gold di 2017 dan 2018 sedangkan pada 2018 program Green Dock School berhasil meraih Silver," kata Riza. 

Sekadar diketahui, SDGs merupakan aksi global yang telah disepakati oleh para pemimpin dunia termasuk Indonesia untuk mengakhiri kemiskinan, mengakhiri kesenjangan dan melindungi lingkungan yang diharapkan dapat dicapai pada 2030. 

Ketua Umum CFCD,  Sudarmanto menyebut, poin-poin itu menjadi penting bagi perusahaan untuk memperhatikan aspek SDGs pada program CSR nya, sebab ada peran perusahaan di samping pemerintah dan institusi lainnya dalam pencapaian SDGs di Indonesia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
csr, jict

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top