Ceria Nugraha Gandeng PTPP Bangun Smelter Nikel

Perusahaan tambang nikel, PT Ceria Nugraha Indotama, mengagandeng PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk. sebagai kontraktor jasa konstruksi smelter feronikel.
Sepudin Zuhri
Sepudin Zuhri - Bisnis.com 07 April 2019  |  21:05 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Perusahaan tambang nikel, PT Ceria Nugraha Indotama, mengagandeng PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk. sebagai kontraktor jasa konstruksi smelter feronikel.

Ceria Nugraha telah menandatangani perjanjian jasa konstruksi dengan PTPP untuk memulai pembangunan infrastruktur utama dan pendukung smelter feronikel di Jakarta, Jumat (5/4).

Penandatanganan perjanjian ini dilakukan oleh Presiden Direktur Ceria Nugraha Indotama Derian Sakmiwata dan Senior Vice  President Head of EPC Division PTPP Nurlistyo disaksikan oleh Direktur PTPP Abdul Haris Tatang.

Derian Sakmiwata mengatakan bahwa kerja sama konstruksi dengan PTPP bertujuan untuk memaksimalkan konten  lokal.

Penggunaan konten lokal itu diatur dalam Pasal 61, PP No. 29/2018 tentang Pemberdayaan Industri dan Keputusan Menteri ESDM No. 1953 K/06/MEM/2018 tentang Penggunaan Barang Operasi, Modal, Peralatan, Bahan Baku dan Bahan Pendukung lainnya yang Diproduksi Dalam Negeri pada Sektor ESDM.

Setelah penandatanganan perjanjian itu, katanya, PTPP akan segera melakukan mobilisasi dan persiapan di lokasi pembangunan smelter di Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. "Groundbreaking di lokasi smelter akan dilakukan pada Mei 2019.”

Menurutnya, pembangunan infrastruktur utama dan pendukung smelter feronikel ditargetkan selesai pada akhir 2021.

Smelter feronikel itu memiliki kapasitas input bijih nikel 5 juta ton dan output dalam bentuk feronikel sebanyak 230.000 ton dengan kadar nikel 22%—24% per tahun.

Ceria Nugraha Indotama merupakan perusahaan pertambangan yang didirikan pada 18 Maret  1991. Perusahaan telah menyiapkan lahan untuk smelter seluas 400 hektare.

Derian menambahkan, pembangunan ini juga merupakan bagian dari komitmen pengembangan fasilitas pengolahan bijih nikel perusahaan tersebut.

Smelter itu akan mengadopsi teknologi rotary kiln electric furnace (RKEF) di mana total kapasitas smelter yang direncanakan sebesar 4x72 megavolt ampere (MVA).

Derian menuturkan, total investasi pembangunan smelter nikel tersebut sebesar US$705 juta di luar pembangunan fasilitas pelabuhan dan infrastruktur pendukung lainnya.

Untuk penyediaan teknologi smelter, menurutnya, Ceria Nugraha telah menunjuk China ENFI Engineering Co., Ltd., salah satu perusahaan BUMN  penyedia jasa engineering terbesar milik Pemerintah China.

ENFI akan mengerjakan rekayasa dan pengadaan (engineering dan procurement), sedangkan konstruksi dilakukan oleh PTPP.

Senior Vice President Head of EPC Division PTPP Nurlistyo mengatakan bahwa perseroan akan segera bekerja untuk memulai proses konstruksi smelter nikel tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
smelter

Editor : Sepudin Zuhri

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup