Respons Anggota Asperindo
Vice President Proses dan Transportasi PT Pos Indonesia Farius Muhamartono menyambut baik inisiatif Asperindo terkait dengan penyewaan pesawat kargo udara mandiri oleh asosiasi untuk kebutuhan anggotanya.
Namun, dia memberikan catatan khusus kepada Asperindo agar strategi menyewa pesawat kargo tidak lebih mahal dari penerbangan reguler.
“Terkait dengan efisiensi biaya kargo khususnya untuk tarif surat muatan udara [SMU], karena biaya ground handling seperti regulated agent, Kade, gudang lini 1 dan lain-lain tetap dikenakan.”
Dia setuju dengan rencana Asperindo tersebut sepanjang tarif kompetitif dan lebih dijamin keberangkatan kargonya. Dengan syarat itu, fasilitas dari asosiasi itu dapat menjadi pertimbangan untuk digunakan Pos Indonesia.
Di sisi lain, dia menyebutkan volume kiriman kargo udara Pos Indonesia sudah turun setelah BUMN itu menyalurkannya melalui jalur darat menggunakan kereta api dan truk.
PT Sicepat Ekspres Indonesia (SiCepat Ekspres) juga menanggapi positif rencana Asperindo menyediakan pesawat kargo sewaan. Namun, Chief Marketing Officer SiCepat Ekspres Wiwin Dewi Herawati menuturkan pihaknya tak ingin terlalu menggantungkan kebutuhannya kepada Asperindo.
“Penyewaan pesawat tentu kami tanggapi sebagai hal yang positif, itu akan memberi solusi bagi kami, tetapi kita lihat lagi terutama saat kami hadapi Ramadan dan Idulfitri, otomatis lonjakan volume barang akan naik dari biasanya. Kenaikan bisa sampai dengan tiga kali lipat,” katanya.
Dia menilai inisiatif tersebut dapat membantu. Namun, dia tidak dapat mengandalkan Asperindo yang memiliki banyak anggota. Maklum, perusahaan jasa ekspedisi anggota Asperindo yang terdaftar saat ini berjumlah 276 perusahaan di Jakarta dan 500 anggota di seluruh Indonesia.
“Dari sisi bisnis, SiCepat tidak bisa 100% melimpahkan ke Asperindo, tetapi kita akan menyiasati apa saja yang kami bisa ambil bagian di situ,” terangnya.
Selain itu, dia menjelaskan kiriman paket yang dikelolanya berkisar 60%—70% terkonsentrasi di Pulau Jawa sehingga pengiriman ke luar Pulau Jawa masih sedikit. Dia lebih memilih memanfaatkan jalur tol Trans-Jawa yang sudah tersambung hingga Surabaya.
Dia menilai tol Trans-Jawa dapat menjadi solusi juga bagi pengusaha di bidang logistik dan jasa pengiriman ekspres.
“Artinya itu inisiatif yang baik, tetapi mengandalkan di inisiatif itu tidak bisa 100%, kami manfaatkan jalur darat juga. Kedua, fokus bisnis kita juga terkonsentrasi di sini,” tuturnya.