5 Sektor Paling Prospektif dalam 5 Tahun ke Depan

Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) menyebut setidaknya perusahaan yang bergerak dalam lima sektor masih prospektif secara jangka panjang lima tahun ke depan. Sejumlah perusahaan di sektor ini diharapkan bisa terus berkembang dan berekosistem.
Anitana Widya Puspa | 03 April 2019 07:56 WIB

Bisnis.com, JAKARTA— Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) menyebut setidaknya perusahaan yang bergerak dalam lima sektor masih prospektif secara jangka panjang lima tahun ke depan. Sejumlah perusahaan di sektor ini diharapkan bisa terus berkembang dan berekosistem.

Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Aviliani mengatakan sektor yang masih akan menjadi daya dukung utama adalah infrastruktur, terlepas dari siapapun calon presiden ke depan, sektor ini akan tetap menjadi prioritas.

Kedua, sektor makanan-minuman bahkan pariwisata. Dia menyebut saat ini tren gaya hidup telah bergeser. Pariwisata, kata dia, bukan hanya kebutuhan sekunder tetapi telah menjadi kebutuhan priimer.

“Kalau sudah libur hari kejepit pasti masing-masing sudah mempersiapkan mau kemana, bukan hanya orang kaya, tapi orang kelas menengah pun sudah merencanakan. Hal ini berarti destinasi wisata nasional juga harus diperbaiki agar bisa memenuhi permintaan,”katanya Selas (2/4/2019).

Selanjutnya, sektor kesehatan dengan kecenderungan menyasar segmen kelas menegah atas dengan pola gaya hidup sehat, serta klinik kecantikan bukan klinik orang sakit.

“Ini juga harus digemakan, kalau nggak klinik-klinik pada tutup dan cashflow nggak jalan,”imbuhnya.

Sektor pertanian, sambung dia, juga masih bagus tapi pertumbuhannya masih kecil karena belum replanting dan belum berekosistem  di sektor hulu-hilir. Sektor ini, kata dia perlu mendapat insentif cukup untuk bisa lebih prospektif.

Sementara itu, sektor properti juga masih bagus, hanya saja sasarannya memang harus ditangkap. Kedepannya, kata dia tidak hanya tren rumah tapak tetapi lebih kepada tren apartemen sebab anak muda cenderung ingin hidup praktis.

“Dalam perjalanannya perusahaan-perusahaan ini bisa menangkap tren itukah? Jadi memang ada perusahaan yang terus hidup tetapi ada juga yang mati. Kalau mati bukan berarti karena perekonomian buruk. Jadi jangan pernah menyalahkan perekonomian yang jelek,”tekannya

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Pertumbuhan Ekonomi

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top