Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pemerintah Kaji Pemanfaatan Kembali Cantrang

Pemerintah tengah melakukan kajian terkait potensi pemanfaatan cantrang tanpa berdampak buruh terhadap lingkungan dalam kegiatan penangkapan ikan.
Juli Etha Ramaida Manalu
Juli Etha Ramaida Manalu - Bisnis.com 01 April 2019  |  01:49 WIB
Nelayan tradisional membenahi alat tangkap cantrang atau pukat tarik selepas menangkap ikan di Pantai Kampung Jawa, Banda Aceh, Aceh, Rabu (3/5). - Antara/Ampelsa
Nelayan tradisional membenahi alat tangkap cantrang atau pukat tarik selepas menangkap ikan di Pantai Kampung Jawa, Banda Aceh, Aceh, Rabu (3/5). - Antara/Ampelsa

Bisnis.com, JAKARTA- Menteri Koordinator Bidang Maritim Luhut Pandjaitan menyebutkan saat ini pemerintah tengah melakukan kajian terkait potensi pemanfaatan cantrang tanpa berdampak buruh terhadap lingkungan dalam kegiatan penangkapan ikan. 


Hal ini disampaikan dalam diskusi dengan warga saat menerima perwakilan nelayan dari Lamongan dalam kunjungannya ke Pondok Pesantren Maslakul hida di Lamongan.


Dalam diskusi ini, nelayan meminta agar diperbolehkan mencari ikan menggunakan cantrang.


"Sedang kita evaluasi semua. Cantrang tidak harus mati, tapi jangan sampai merusak lingkungan,” jelasnya seperti dikutip dari keterangan pers, Minggu (31/3/2019).


Berdasarkan keterangan pers tersebut, beberapa nelayan juga mengusulkan agar pemerintah membuat kawasan konservasi di laut sehingga terjadi keseimbangan dan ikan tidak habis.


Luhutpun menyambut baik gagasan tersebut dan berjanji akan membahasnya dengan pihak-pihak terkait pekan depan.


Seperti diketahui, pemanfaatan cantrang sempat menjadi polemik. Kementerian Kelautan dan Perikanan melarang penggunaan cantrang lantaran dinilai tidak ramah lingkungan.


Dalam beberapa kesempatan terpisah, MenteriKelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyebutkan penangkapan ikan menggunakan cantrang tak hanya menjaring ikan-ikan yang sudah layak tangkap dari laut tetapi juga ikan-ikan lain yang kemudian tidak dimanfaatkan dan kembali dibuang ke laut.


"Kan sayang, setiap kali nangkap, kapal 70 GT, 100 GT, [ikan] yang dibuangnya minimal 1 kuintal, 5 kuintal, kadang sampai 1 ton," ujarnya


Larangan cantrang pun diberlakukan tetapi kemudian dilonggarkan setelah menuai protes dari nelayan. Kendati demikian, Menteri Susi menegaskan bahwa larangan cantrang tidak dicabut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

KEMENTERIAN MARITIM Cantrang
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top