APR Dorong Rayon Viskosa di Industri Tekstil

PT Asia Pacific Rayon (APR) menargetkan dapat memproduksi 240.000 ton rayon viskosa per tahun dari parbik barunya yang akan beroperasi pada awal tahun ini.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 28 Maret 2019  |  21:20 WIB
APR Dorong Rayon Viskosa di Industri Tekstil
Perseroan berharap kain rayon viskosa dapat ditemukan di ajang-ajang peragaaan busana mancanegara yang kerap diadakan di Paris, Milan, dan New York. - APR

Bisnis.com, JAKARTA - PT Asia Pacific Rayon (APR), sister company APRIL Group, menargetkan dapat memproduksi 240.000 ton rayon viskosa per tahun dari parbik barunya yang akan beroperasi pada awal tahun ini.

Perseroan mengklaim pabrik tersebut akan menjadi produsen rayon viskosa terintegrasi pertama di Asia dengan sumber bahan baku yang berkelanjutan dan traceable (terlacak).

Direktur PT Asia Pacific Rayon (APR) Basrie Kamba mengatakan bahwa hasil produksi perseroan dapat mendorong ekspor tekstil Indonesia lebih jauh. Selanjutnya, perseroan optimistis dapat memberikan nilai lebih terhadap industri ekonomi kreatif domestik.

“Kami yakin hasil produksi viscose-rayon APR. Para perancang busana yang kami dukung hari ini menunjukkan bahwa sangat mungkin untuk memproduksi fesyen berkualitas tinggi dari Indonesia, dengan viskosa rayon memberikan keunggulan kompetitif,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (28/3/2019).

APR merupakan salah satu produsen rayon viskosa terintegrasi di Asia. Dilansir dari situs resmi perseroan, rayon viskosa merupakan kain alternatif untuk pembuatan kain berbahan dasar minyak mentah yang terbuat dari selulosa kayu.

Perseroan berharap kain rayon viskosa dapat ditemukan di ajang-ajang peragaaan busana mancanegara yang kerap diadakan di Paris, Milan, dan New York. Maka dari itu, perseroan bekerja sama dengan delapan perancang busana dalam pameran busana kain rayon viskosa yang mampu menjadi pakaian fesyen berkualitas tinggi.

Direktur Industri Tekstil, Kulit, dan Alas Kaki Kementerian Perindustrian Muhdori menyampaikan potensi Industri tekstil dan fesyen di Tanah Air semakin meningkat. Alhasil, kementerian menargetkan ekspor tekstil bisa mencapai US$15 miliar hingga akhir tahun ini.

Di sisi lain, Muhdori mengutarakan bahwa kehadiran APR adalah masa depan tekstil lokal. Pasalnya, dissolving pulp adalah masa depan industri tekstil dunia. Dengan kata lain, diversifikasi produk tekstil tidak hanya berorientasi pada sandang, namun juga masuk ke teknologi non-woven dan lainnya.

Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) memperkirakan bahwa nilai ekspor tekstil Indonesia dapat mencapai Rp444 triliun pada 2025. APR menargetkan 96.000 ton rayon viskosa dapat diekspor ke sejumlah pasar ekspor global pada tahun ini, termasuk Turki, Sri Lanka, dan Bangladesh.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Industri Tekstil

Editor : Fatkhul Maskur
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top