Kemenperin Target Latih 10.000 Industri Kecil Jualan Online

Salah satu pelaku usaha yang mengikuti loka karya tersebut dapat menggenjot omzet usahanya menjadi Rp100 juta dalam 3 bulan.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 21 Maret 2019  |  15:55 WIB
Kemenperin Target Latih 10.000 Industri Kecil Jualan Online
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto bersama Ketua Panitia Adiwastra Nusantara 2019 Yanti Airlangga dengan didampingi Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih memperhatikan kain batik produksi dari salah satu peserta pameran Adiwastra Nusantara dengan tema Wastra Adati Generasi Digital di Jakarta, 20 Maret 2019.

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menargetkan jumlah peserta loka karya e-Smart IKM dapat mencapai 10.000 pelaku usaha atau tumbuh 68,2% dari realisasi tahun lalu sejumlah 5.945 pelaku usaha.

Kemenperin telah melakukan loka karya e-Smart IKM di 34 provinsi dengan menggandeng pihak swasta, pemerintah pusat, dan pemerintah daerah.

Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah (IKM) dan Aneka Kemenperin Gati Wibawaningsih mengatakan salah satu pelaku usaha yang mengikuti loka karya tersebut dapat menggenjot omzet usahanya menjadi Rp100 juta dalam 3 bulan. Adapun, lanjutnya, program e-Smart IKM telah bekerja sama dengan ATT Group selaku Authorized Global Partner Alibaba.com agar para pelaku IKM dapat mengakses pasar yang lebih luas.

“Kerja sama ini meliputi pelatihan pemasaran online bagi IKM dalam melaksanakan operasional di dalam Alibaba.com serta pertukaran data dan informasi mengenai perkembangan dan pencapaian IKM yang masuk di dalam program e-Smart IKM,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (21/3/2019).

Gati menambahkan program e-Smart IKM tahun lalu berhasil membukukan volume transaksi lebih dari 1,3 miliar. Adapun, total omzet para pengusaha yang mengikuti program tersebut tercatat mencapai 29,01% atau senilai Rp2,37 miiiar.

Secara komposisi, lanjutnya, pengusaha IKM makanan dan minuman mendominasi program tersebut atau sekitar 31,87%.Sementara itu, industri logam berkontribusi sebesar 29,1% dan industri busana sebesar 25,87%.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Perindustrian Airlangga Hartato menyatakan investasi akan cenderung mengarah kepada aktivitas usaha dengan istilah industri 4.0. Selain itu, ujarnya penetrasi penggunaan internet diharapkan juga dimanfaatkan untuk usaha-usaha produktif yang mendorong efisiensi dan perluasan akses pasar, akses keuangan, meningkatkan kualitas produk, dan diperkenalkan dengan marketplace dan transaksi elektronik.

Di sisi lain, kementerian tengah mempersiapkan fasilitas digital avatar dalam program e-Smart IKM sebagai mempercepat graduasi atau peningkatan kesejahteraan pada keluarga Program Keluarga Harapan (PKH). Sebelumnya, Kemenperin telah bekerja sama dengan Kementerian Sosial (Kemensos) untuk menjadikan keluarga graduasi menjadi pengusaha industri kecil menengah (IKM).

“Saya melihat ke beberapa daerah, potensi [penggunaan fasilitas digital avatar] ini luas,” ujarnya, 

Airlangga menambahkan secara umum kementerian menargetkan jumlah IKM dapat tumbuh sebanyak 3.000 unit. Adapun, lanjutnya, 5.945 unit IKM telah mengikuti program e-SMart IKM dan membukukan transaksi lebih dari 1,3 miliar pada akhir tahun lalu. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ikm

Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top