Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jalur KA Makassar--Parepare Ditargetkan Tuntas 2023

Kementerian Perhubungan menargetkan pembangunan jalur kereta api Trans-Sulawesi Makassar--Parepare rampung 2023.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 20 Maret 2019  |  21:11 WIB
Ilustrasi - Pekerja melintasi bantalan jalur kereta Trans Sulawesi di Pekkae, Barru, Sulawesi Selatan. - Antara/Sahrul Manda Tikupadang
Ilustrasi - Pekerja melintasi bantalan jalur kereta Trans Sulawesi di Pekkae, Barru, Sulawesi Selatan. - Antara/Sahrul Manda Tikupadang

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perhubungan menargetkan pembangunan jalur kereta api Trans-Sulawesi Makassar--Parepare rampung 2023.


Targetnya pada April 2019, jalur KA sepanjang 44 km ditargetkan selesai dan pada tahun ini segera dimulai kembali pembangunan jalur KA sepanjang 60 km. Dengan demikian, pada akhir 2020 ditargetkan sudah dibangun sepanjang 104 km dari total panjang jalur KA Makassar--Parepare sepanjang 145 km. 

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengungkapkan, pihaknya terus menggenjot peyelesaian pembangunan jalur KA Trans-Sulawesi khususnya pada jalur KA Makassar--Parepare. 

“Kita sudah hampir menyelesaikan 44 kilometer, kita segera akan membangun yang 60 kilometer jadi totalnya 104 kilometer. Dengan 104 kilometer ini, bersamaan akan kita koneksikan beberapa pabrik semen yang ada di sini. Pada saat itulah kita mulai operasikan, jadi kira-kira kita mulai beroperasi akhir 2020,” katanya dalam keterangan resmi, Rabu (20/3/2019).

Kemenhub menargetkan keseluruhan proyek KA Makassar--Parepare sejauh 145 km selesai pada 2023. Keberadaan KA Trans-Sulawesi dinilainya sangat penting, karena dapat memberi dampak positif bagi arus logistik barang dari dan ke kota Makassar selain juga mobilisasi orang. 

Budi Karya menilai dengan diangkut moda transportasi berbasis rel maka biaya logistik akan lebih ekonomis.  “Untuk barang mengangkut batu bara dari Kalimantan masuk ke pelabuhan, setelah itu dari pabrik mengangkut semen. Itu pasti lebih ekonomis dan memastikan jalan raya tetap awet. Ada beberapa pabrik yang akan di sini. Jadi, untuk logistik ini sangat baik sekali,” ujarnya.

Menhub memperkirakan, biaya angkutan logistik melalui jalan raya lebih tinggi 20%--30% dibandingkan dengan menggunakan kereta api. 

Senada dengan Menhub, Direktur Jenderal Perkeretaapian Zulfikri menyebut saat ini jalur kereta yang menyambungkan daerah Barru--Palanro sepanjang 44 kilometer akan selesai pada April 2019. 

Terkait penyelesaian lintasan sepanjang 44 kilometer pada April tahun ini, Zulfikri menjelaskan bahwa saat ini ada tiga titik kritis yang terus dikebut pengerjaannya yaitu jembatan dengan bentangan 400 meter, pemindahan makam di daerah Kiru-Kiru, dan titik longsor yang terjadi beberapa waktu lalu.

Selanjutnya, pada tahun ini segera dibangun jalur KA sepanjang 60 kilometer dari Mandalle (Pangkep) menuju Mandai (Maros). Saat ini secara pararel lelang konstruksi dan pengadaan lahan untuk lintasan tersebut masih dilakukan.

Selain dibangun menggunakan dana APBN, pembangunan jalur KA lintas Makassar--Parepare ini rencananya juga melibatkan perusahaan swasta melalui skema KPBU.

Pihak swasta akan membangun lintasan baru sepanjang 15 kilometer yang menyambungkan ke beberapa pabrik semen yang ada di daerah Kabupaten Barru senilai Rp1 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kereta api Kemenhub trans sulawesi
Editor : Yusuf Waluyo Jati
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top