Tarif Ojek Online Dianggap Ideal Rp2.000 Per Kilometer

Kenaikan tarif ojek online (ojol) diharapkan ditetapkan maksimal Rp2.000 per kilometer. Usul itu disampaikan lembaga Research Institute of Socio Economic Development (RISED)
Lalu Rahadian
Lalu Rahadian - Bisnis.com 19 Maret 2019  |  20:34 WIB
Tarif Ojek Online Dianggap Ideal Rp2.000 Per Kilometer
Ilustrasi ojek online - Reuters/Garry Lotulung

Bisnis.com, JAKARTA – Kenaikan tarif ojek online (ojol) diharapkan ditetapkan maksimal Rp2.000 per kilometer. Usul itu disampaikan lembaga Research Institute of Socio Economic Development (RISED) berdasarkan hasil penelitian mereka.

Peneliti RISED Fitra Faisal menjelaskan 71% konsumen saat ini hanya mampu menghadapi kenaikan pengeluaran per hari kurang dari Rp5.000. Oleh karena itu, kenaikan tarif maksimal Rp.2000/km dianggap masih sesuai dengan kemampuan ekonomi pengguna ojol.

“Dengan jarak tempuh rata-rata konsumen 8,8 km per hari, berarti kenaikan tarif yang ideal maksimal Rp600 per kilometer atau menjadi Rp2.000 per kilometer,” kata Fitra dalam keterangan tertulis yang diterima Bisnis pada Selasa (19/3/2019).

Kementerian Perhubungan telah mengeluarkan ketentuan baru mengenai ojol yang mengatur empat hal yakni formulasi biaya jasa, keselamatan, pemberhentian sementara (suspend), dan kemitraan.

Aturan mengenai ojol tercantum di Peraturan Menteri Perhubungan No. 12/2019 tentang Perlindungan Keselamatan Pengguna Sepeda Motor yang Digunakan untuk Kepentingan Masyarakat.

Akan tetapi, pemerintah belum menyelesaikan formulasi biaya jasa yang hendak diterapkan ke ojol. Menurut Fitra, pemerintah harus memanfaatkan riset yang akurat dalam menyusun tarif ojol.

RISED menyebutkan bahwa selama ini penyedia jasa ojol sebenarnya telah menerapkan biaya jasa dinamis. Dengan mekanisme dinamis, tarif bisa menyesuaikan tergantung waktu, tempat, serta tinggi rendahnya permintaan dan penawaran.

“Disrupsi digital yang merupakan salah satu tantangan terbesar perekonomian bisa diberdayakan untuk melakukan sebuah lompatan kuantum untuk membentuk kemakmuran berlipat di masa depan,” ujar Fitra.

RISED sebelumnya sempat membuat survei yang melibatkan 2.001 responden pengguna ojol dari 17 provinsi. Hasilnya, 45,83% responden menyatakan tarif ojol sudah sesuai. Ada 28% responden lainnya mengaku bahwa tarif ojol sudah dan sangat mahal.

Dari hasil survei RISED juga diketahui bahwa jarak tempuh rata-rata konsumen ojol adalah 8,8 km/hari.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Gojek, Grab Bike, Ojek Online

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup