Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Realisasi Penerimaan Bea Cukai Tumbuh 119 Persen, Ini Kata Sri Mulyani

Apabila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, maka capaian ini tumbuh signifikan 119,05%. Capaian penerimaan disumbang oleh penerimaan bea masuk (BM) dan penerimaan cukai yang tumbuh positif.
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 19 Maret 2019  |  20:48 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani (kiri) didampingi Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi menghadiri peluncuran hasil pengukuran dampak ekonomi fasilitas Kawasan Berikat (KB) dan Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Senin (18/2/2019). - ANTARA/Sigid Kurniawan
Menteri Keuangan Sri Mulyani (kiri) didampingi Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi menghadiri peluncuran hasil pengukuran dampak ekonomi fasilitas Kawasan Berikat (KB) dan Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Senin (18/2/2019). - ANTARA/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA - Kinerja penerimaan cukai yang mampu tumbuh di angka 768,8% menopang penerimaan Bea Cukai.

Realisasi perimaan Bea Cukai sampai dengan tanggal 28 Februari 2019 adalah Rp16,39 triliun. Capaian tersebut  merupakan 7,85% dari target yang diamanatkan APBN tahun 2019 sebesar Rp208,82 triliun.

Apabila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, maka capaian ini tumbuh signifikan 119,05%. Capaian penerimaan disumbang oleh penerimaan bea masuk (BM) dan penerimaan cukai yang tumbuh positif.

Penerimaan cukai berkontribusi sangat tinggi, mengingat pertumbuhannya yang meningkat hingga 768,8%.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan, kinerja apik penerimaan bea cukai, terutama cukai merupakan implikasi dari kebijakan pemerintah yang tahun lalu menetapkan tidak ada kenaikan penerimaan tarif pada tahun ini.

"Karena kebijakan ini, di mana cukai tembakau dinormalisir pembelian pada Februari. Biasanya perusahaan rokok belinya Februari ditarik di Desember tapi sekarang nggak melakukan lagi jadi kita mendapatkan seolah Januari -  Februari tinggi," ungkapnya, Selasa (19/3/2019).

Kendati demikian, Sri Mulyani menggaris bawahi, penerimaan pajak dalam rangka impor (PDRI) yang terdiri atas PPh pasal 22 impor, PPN impor, dan PPnBM impor yang mencapai Rp36,29 triliun hanya tumbuh sebesar 1,16% dibandingkan capaian bulan Februari tahun 2018.

Alhasil, total penerimaan yang dikumpulkan DJBC hingga Februari 2019 adalah Rp52,68 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sri mulyani penerimaan bea cukai
Editor : Akhirul Anwar

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

To top