Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Demi Distribusi Baja Karbon, IMIP Akan Bangun Pelabuhan Baru di Morowali

Demi mendukung distribusi hasil produksi baja karbon dari pabriknya, PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) akan membangun pelabuhan baru di Morowali dengan kapasitas hingga 180.000 deadweight tonnage (DWT).
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 19 Maret 2019  |  17:30 WIB
PT Tsingshan Steel Indonesia di Morowali menggunakan proses peleburan blast furnace yang matang, dengan karakteristik biaya yang rendah, hasil produksi yang tinggi, teknologi yang matang, dan risiko teknik rendah. - imip.co.di
PT Tsingshan Steel Indonesia di Morowali menggunakan proses peleburan blast furnace yang matang, dengan karakteristik biaya yang rendah, hasil produksi yang tinggi, teknologi yang matang, dan risiko teknik rendah. - imip.co.di

Bisnis.com, JAKARTA - Demi mendukung distribusi hasil produksi baja karbon dari pabriknya, PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) akan membangun pelabuhan baru di Morowali dengan kapasitas hingga 180.000 deadweight tonnage (DWT).

Managing Director IMIP Hamid menegaskan bahwa perseroan saat ini telah memiliki pelabuhan khusus dengan 2 dermaga berkapasitas 100.000 DWT.

"Kami akan membangun pelabuhan baru di Morowali dengan kapasitas hingga 180.000 DWT," ujarnya, Selasa (19/3/2019).

Dia menjelaskan bahwa rencana pembangunan pelabuhan tersebut untuk mendukung distribusi hasil produksi baja karbon, yang mana industriknya tengah dibangun dengan kapasitas produksi sebesar 3,5 juta ton per tahun.

"Untuk menyalurkan baja karbon tersebut, kami akan membangun pelabuhan baru di Morowali," ujarnya.

Hamid mengatakan IMIP berencana untuk melakukan penghiliran produksi di Morowali, seperti seperti baja canai panas (hot rolled coil/HRC) dan baja canai dingin (cold rolled coil/CRC).

Perseroan menilai inisiasi tersebut diperlukan untuk menambah nilai tambah produksi. “Di Indonesia ini kita punya [banyak] raw resources. Ini kalau dijadikan industri, satu tempat [kawasan industri] saja bisa ekspor US$6 miliar lebih,” ujarnya.

HRC adalah barang setengah jadi yang menjadi bahan baku untuk keperluan konstruksi jalan, bangunan dan jembatan. Sementara itu, CRC merupakan bahan baku untuk berbagai keperluan seperti untuk industri otomotif, peralatan listrik, hingga peralatan rumah tangga.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pabrik baja morowali
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top