Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Target Devisa Pariwisata Ternyata US$17,6 Miliar, bukan US$20 Miliar

Pemerintah bersama bank sentral memutuskan untuk menargetkan perolehan devisa tahun ini sebesar US$17,6 miliar, turun dibandingkan target yang dipaparkan Kementerian Pariwisata sebelumnya sebesar US$20 miliar. 
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 18 Maret 2019  |  15:07 WIB
Loading the player ...
Mampukah RI Tarik 20 Juta Turis Asing? Begini Strategi Menteri Pariwisata Arief Yahya. Diposting Bisnis TV di Youtube 18 Februari 2019

Bisnis.com,  JAKARTA – Pemerintah bersama bank sentral memutuskan untuk menargetkan perolehan devisa tahun ini sebesar US$17,6 miliar, turun dibandingkan target yang dipaparkan Kementerian Pariwisata sebelumnya sebesar US$20 miliar. 

Menteri Pariwisata Arief Yahya menuturkan angka devisa US$20 miliar pada 2019 merupakan target, sementara US$17,6 devisa dan 20 juta kunjungan merupakan proyeksi. 

"Kenapa begitu, karena seperti tahun lalu juga targetnya US$17 miliar dan 17 juta kunjungan, tercapainya devisanya US$16 miliar dan 16 juta turis tahun lalu," papar Arief dalam Rakorpusda di Gedung BI, Senin (18/3/2019).

Jika ada perbedaan angka, Arief menuturkan hal tersebut terkait teknis pencatatan. Dalam pendataan, BI hanya mencatat data dari pintu utama. Sementara itu, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengambil data dari pintu utama dan pintu perbatasan. 

"Kemenpar mengeluarkan angka [realisasi devisa] US$16 miliar dan BI mengeluarkan US$15,6 miliar tahun lalu," ungkap Arief. 

Ketika disinggung terkait dengan perlambatan global yang bisa memicu penurunan kunjungan turis, Menko Maritim Luhut B. Panjaitan Luhut mengelak adanya risiko tersebut.

"Sampai hari ini kita belum ada indikasi ke sana. Pertanyaannya sebagian besar sudah kita bicarakan, kita sudah mengantisipasi langkah-langkah itu," ungkap Luhut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pariwisata arief yahya Devisa pariwisata
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top