Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Wapres Kalla Bicara Media : Perbesar Pasar Lokal dan Keunikan

Wakil Presiden Jusuf Kalla menyebut media yang objektif dalam menyajikan pemberitaan mampu bertahan di tengah gempuran arus informasi digital.
Anggara Pernando
Anggara Pernando - Bisnis.com 17 Maret 2019  |  10:16 WIB
Wapres Kalla Bicara Media : Perbesar Pasar Lokal dan Keunikan
Wakil Presiden Jusuf Kalla. - JIBI/Rachman
Bagikan

Bisnis.com, BANDUNG — Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai hanya media yang objektif dan memberikan informasi dengan cepat yang dapat bertahan di era teknologi informasi sekarang. 

Dalam paparannya di Bandung, Minggu (17/3/2019), Wapres Jusuf Kalla menyebutkan dewasa ini teknologi telah membuat tata cara baru cara berbisnis termasuk industri media. 

"Media juga berubah dengan cepat, dulu bangun tidur [kita] buka surat kabar. Sekarang hidupkan TV lalu ambil handphone [untuk mengakses berita dan informasi]," katanya.

Untuk itu, dia menyebutkan pemilik media harus menyadari saat ini perannya bukanlagi penyampai narasi sentral atas informasi.

Akibat perkembangan teknologi maka setiap orang dapat menjadi penyampai informasi seperti media sosial.

"Karena berita atau media sudah jadi industri. Ada persaingan. Apa yang dipersaingkan dalam sistem? Siapa yang dapat memberikan lebih baik, membawa lebih cepat, siapa yang lebih murah. Tiga hal persaingan ini akan jadi bagian dari media itu sendiri. Ini tentu diikuti dengan perkembangan teknologi," katanya.

JK menambahkan saat ini agar dapat bersaing, media harus memfokuskan diri memperbesar pasar lokal dengan memperbesar keunikan. Pasalnya jika bersaing secara nasional akan membuat media sulit berkembang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jusuf kalla jusuf kalla media sosial media massa
Editor : Stefanus Arief Setiaji
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top