Ini Solusi Kementan untuk Seimbangkan Pasar Daging Ayam

Kementerian Pertanian menginstruksikan para pelaku usaha integrator meningkatkan serapan pemotongan di Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU) dan memaksimalkan penyerapan karkas ayam untuk ditampung dalam cold storage sebagai cadangan, demi menjaga keseimbangan pasar. 
Pandu Gumilar | 07 Maret 2019 11:25 WIB
Pedagang memotong daging ayam di lapaknya di Pasar Kosambi Bandung, Jawa Barat, Selasa (16/1). - JIBI/Rachman

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Pertanian menginstruksikan para pelaku usaha integrator meningkatkan serapan pemotongan di Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU) dan memaksimalkan penyerapan karkas ayam untuk ditampung dalam cold storage sebagai cadangan, demi menjaga keseimbangan pasar. 

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian
I Ketut Diarmita mengatakan tindakan tersebut perlu untuk menyelamatkan para peternak dari jumlah kerugian yang semakin besar, menyusul turunnya harga ayam hidup, terlebih pasar untuk komoditas unggas di Indonesia saat ini didominasi daging segar sehingga produk mudah rusak. 

"Kami berharap hasil usaha peternak agar tidak lagi dijual sebagai ayam segar melainkan ayam beku, ayam olahan, ataupun inovasi produk lainnya. Jika hal ini dilaksanakan dengan baik, maka harga di peternak dapat segera kembali normal”, ujar Diarmita pada Selasa (5/3).

Selain itu Diarmita menyatakan untuk menstabilkan harga ayam broiler di tingkat peternak, pemerintah juga telah mengatur kebijakan dari aspek hulu yaitu dengan pengaturan bibit ayam dan pengaturan mutu benih bibit yang bersertifikat. Dengan begitu bisa menyeimbangkan antara supply - demand dalam hal pengaturan impor 
Grand Parent Stock (GPS). 

Selain itu, pihaknya juga akan melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan Permentan no. 32 Tahun 2017 tentang penyediaan, peredaran, dan pengawasan ayam ras. Serta, pembentukan tim analisa dan tim asistensi serta tim pengawasan dalam mendukung pelaksanaan Permentan 32 tahun 2017.

Ketut menegaskan telah menganalisis supply-demand ayam ras dan secara rutin menyelenggarakan pertemuan antara peternak dengan pemerintah dan juga dengan para stakeholders ayam ras terkait. 

“Untuk meningkatkan pengawasan, saya meminta peran Dinas Provinsi dan Kabupaten/Kota dan seluruh Pejabat Fungsional Pengawas Bibit ternak yang tersebar di seluruh provinsi maupun kabupaten/kota untuk melakukan pengawasan, jika perlu kita bekali dengan tambahan ilmu sebagai PPNS (Penyidik Pegawai Negeri Sipil)”, ujarnya.

Mulai 1 Maret 2019 Ditjen PKH juga mewajibkan para integrator menyampaikan produksi DOC (Day Old Chick) setiap bulan melalui pelaporan online, termasuk dengan tujuan pendistribusiannya. 

"Dengan upaya ini nantinya kita akan mengetahui produksi DOC untuk budidaya internal integrator dan yang didistribusikan ke peternak mandiri. Untuk itu kami berharap agar para asosiasi peternak unggas untuk segera menyampaikan data peternak mandiri", katanya. 

Sedangkan di hilir, Diarmita meminta para pedagang untuk ikut menjaga kestabilan harga. 

"Saya juga meminta kepada Satgas Pangan untuk mengawasi perilaku para broker dan bakul agar harga secepatnya stabil, saya berharap mulai Senin tidak ada lagi harga di bawah Rp14.500/kg," pungkasnya.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
peternakan, daging ayam, peternak ayam

Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup