Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PII Bidik Penjaminan 6 Proyek Infrastruktur

PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) membidik penjaminan atas enam proyek infrastruktur baru sepanjang 2019. Penjaminan proyek kini tidak lagi terfokus di sektor jalan tol dan mulai menyebar ke sektor-sektor baru.
Rivki Maulana
Rivki Maulana - Bisnis.com 05 Maret 2019  |  18:25 WIB
Ilustrasi: Suasana proyek pembangunan jalan Bojong Gede-Kemang (Bomang) yang mangkrak di Tajur Halang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (25/2/2019). - ANTARA/Yulius Satria Wijaya
Ilustrasi: Suasana proyek pembangunan jalan Bojong Gede-Kemang (Bomang) yang mangkrak di Tajur Halang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (25/2/2019). - ANTARA/Yulius Satria Wijaya

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) membidik penjaminan atas enam proyek infrastruktur baru sepanjang 2019. Penjaminan proyek kini tidak lagi terfokus di sektor jalan tol dan mulai menyebar ke sektor-sektor baru.

Direktur Utama PII, Armand Hermawan mengatakan enam proyek infrastruktur yang dibidik terdiri dari proyek jalan tol, air minum, rumah sakit, kereta api, dan preservasi jalan nasional. Dia menambahkan, penjaminan proyek infrastruktur tahun ini lebih banyak dibandingkan realisasi pada tahun lalu sebanyak tiga proyek.

"Proyek-proyek yang akan dijamin pada tahun ini sudah berproses sejak tahun lalu. Jadi, tahun ini baru menuai hasilnya," jelas Armand di Jakarta, Selasa (5/3/2019).

Dia menjabarkan, proyek-proyek yang akan dijamin antara lain jalan tol Semarang - Demak, preservasi jalan nasional lintas Timur Sumatra di Provinsi Sumatra Selatan dan kereta api Makassar Parepare. Selanjutnya, sistem penyediaan air minum (SPAM) Jatiluhur I, pengembangan RS Kanker Dharmais, dan pengembangan RSUD Zainoel Abidin.

Penjaminan atas proyek perkeretaapian Makassar - Parepare akan menjadi yang pertama diteken pada 2019. Menurut Armand, perjanjian penjaminan direncanakan berlangsung pada Maret 2019. Proyek ini dimenangkan oleh konsorsium yang digalang oleh PT PP Tbk.

Selanjutnya, jalan tol Semarang - Demak sudah memasuki tahap pemasukan dokumen penawaran dari empat konsorsium yang lulus tahap prakualifikasi.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Danang Parikesit sebelumnya mengatakan pembangunan jalan tol sepanjang 27 kilometer akan terpadu dengan tanggul laut guna menanggulangi banjir rob di Semarang. "Jika semua berjalan sesuai rencana lelang, proses penandatanganan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) bisa dilakukan pada awal Mei 2019,” tutur Danang.

Sementara itu, di proyek rumah sakit, PII juga baru mendapat mandat penyiapan proyek pengembangan RSUD Zainoel Abidin, Banda Aceh. Proyek ini akan menjadi proyek kerja sama pertama yang menerapkan prinsip syariah. Armand berharap, tahapan lelang pada proyek ini bisa rampung di 2019.

Berdasarkan data yang dihimpun Bisnis.com, total investasi dari enam proyek infrastruktur yang dibidik PII mencapai Rp23,71 triliun. Proyek jalan tol Semarang - Demak menjadi proyek dengan investasi terbesar, yaitu Rp15,3 triliun. Secara keseluruhan, hingga saat ini Armand menyebut PII telah menjamin 22 proyek yang menelan investasi Rp200 triliun.

Di sisi lain, dalam empat tahun terakhir profil portofolio PII mengalami perubahan yang mana terdapat diversifikasi sektor. Misalnya, penjaminan proyek air minum bertambah setelah pada tahun lalu penjaminan SPAM Bandar Lampung dan SPAM Semarang Barat diteken, menyusul SPAM Umbulan pada 2017.

"Sekarang sektornya sudah menyebar. Proyek KPBU memang perlu waktu karena kementerian, pemerintah, maupun pemda perlu familiarity," imbuhnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pii
Editor : M. Rochmad Purboyo
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top