Personel TNI Gantikan Istaka dan Abdipraya Garap Jembatan Nduga

Mabes TNI mengerahkan 600 personelnya untuk melanjutkan pembangunan jembatan di Kabupaten Nduga yang sebelumnya dikerjakan PT Istaka Karya dan PT Brantas Abdibraya.
Newswire | 05 Maret 2019 10:12 WIB
Anggota TNI Angkatan Darat mengangkat senjata usai apel pemberangkatan Satgas ke Papua di Pelabuhan Sukarno Hatta, Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (3/3/2019). - ANTARA/Abriawan Abhe

Bisnis.com, JAYAPURA--Jayapura (ANTARA) - Kepala Balai Besar Pembangunan Jalan Nasional (BBPJN) XI Jayapura Osman Marbun mengatakan Mabes TNI mengerahkan 600 personelnya untuk melanjutkan pembangunan jembatan di Kabupaten Nduga yang sebelumnya dikerjakan PT Istaka Karya dan PT Brantas Abdibraya.

"Personel TNI yang dikerahkan itu saat ini dalam perjalanan menuju Timika, untuk selanjutnya menuju Nduga," kata Marbun di Jayapura, Selasa (5/3/2019).

Pembangunan 21 jembatan di Nduga yang sebelumnya dikerjakan PT Istaka Karya dan PT Brantas terhenti akibat kamp karyawan diserang kelompok kriminal bersenjata (KKB) pada awal Desember 2018 yang menyebabkan 19 orang di antaranya meninggal akibat ditembak dan dibunuh.

Bahkan empat orang lainnya yakni Ricky Cardo Simanjuntak, Petrus Ramli, M.Ali Akbar dan Hardi Ali hingga kii belum diketahui nasibnya.

Marbun mengatakan 600 personel yang dikerahkan itu terdiri dari Zipur 8 dan Yonif 431 dari Kodam Wirabuana.

Personel TNI itu tidak hanya mengerjakan pembangunan jembatan tetapi juga mengamankan selama pengerjaannya mengingat pengerjaannya tidak tuntas setelah diserang KKB.

Ratusan personel TNI itu dikerahkan untuk menyelesaikan pembangunan 16 jembatan dan diharapkan selesai Desember mendatang, kata Marbun seraya berharap selama proses pengerjaan tidak ada hambatan.

Ketika ditanya apakah dalam pengerjaan jembatan, Zipur 8 membawa alat berat, Marbun mengatakan nantinya akan menggunakan peralatan yang ada di lokasi.

"Bila peralatan yang ada masih bisa digunakan akan digunakan namun mereka juga membawa peralatan lapangan," katanya.

Sumber : Antara

Tag : organisasi papua merdeka, gangguan keamanan
Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top