WTR Butuh Rp20,5 Triliun Untuk 3 Tol

PT Waskita Toll Road (WTR) masih mencari pendanaan sekitar Rp20,5 triliun untuk tiga ruas jalan tol. Sindikasi masih menjadi andalan di samping opsi pendanaan lain seperti divestasi saham di beberapa ruas.
Rivki Maulana
Rivki Maulana - Bisnis.com 27 Februari 2019  |  07:26 WIB
WTR Butuh Rp20,5 Triliun Untuk 3 Tol
Ilustrasi jalan tol. - ANTARA/Zabur Karuru

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Waskita Toll Road (WTR) masih mencari pendanaan sekitar Rp20,5 triliun untuk tiga ruas jalan tol. Sindikasi masih menjadi andalan di samping opsi pendanaan lain seperti divestasi saham di beberapa ruas.

Direktur Utama WTR, Herwidiakto mengatakan tiga ruas yang masih membutuhkan pendanaan yaitu Bekasi - Cawang - Kampung Melayu atau Becakayu, Cimanggis - Cibitung, dan Kayu Agung - Palembang - Betung atau Kapal Betung.

Dia menjelaskan pendanaan dari pihak ketiga, terutama perbankan memenuhi 70% dari kebutuhan investasi.

"Kami berharap kekurangan pendanaan ini bisa dipenuhi teman-teman dari perbankan. Barangkali ada yang berminat [mendanai]. Dengan adanya pendanaan, konstruksi tentu saja bisa semakin cepat," jelasnya di Jakarta, Selasa (26/2/2019).

Herwidiakto menjabarkan, ruas Becakayu masih perlu pendanaan sebesar Rp2,5 triliun. Dana sebesar ini digunakan untuk penyelesaian di seksi 2 sepanjang 4,12 kilometer. Di samping itu, ruas Cimanggis – Cibitung (26,5 kilometer) membutuhkan pendanaan Rp7 triliun. Adapun, ruas Kapal Betung (111,69 kilometer) butuh pendanaan Rp11,2 triliun.

Menurut Herwidiakto, kebutuhan pendanaan di ruas Kapal Betung menjadi yang paling besar karena biaya konstruksi di ruas tersebut lebih mahal.

Dia menuturkan, kontur tanah yang lembek membuat kontraktor harus menggunakan metode Vacuum Consolidation Method (VCM) untuk perkerasan tanah.

Saat ini, WTR tengah mengerjakan seksi I yang menghubungkan Kayu Agung dengan Jakabaring sepanjang 33,5 kilometer. Seksi I ini dijadwalkan beroperasi pada Juli 2019 mendatang.

Mengawali tahun 2019, WTR juga mendapat kucuran kredit sindikasi sebesar Rp10,76 triliun untuk dua ruas, yaitu Cibitung - Cilincing dan Krian - Legundi - Bunder - Manyar (KLBM). Dalam catatan Bisnis, sepanjang 2018 WTR juga meraup kredit sindikasi sebanyak RpRp7,41 triliun untuk ruas Pasuruan -Probolinggo dan Pemalang - Batang.

Selain itu WTR juga mendapatkan komitmen pendanaan dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbkl untuk tiga ruas sejumlah Rp7,15 triliun. Tiga ruas yang didanai BRI yaitu Bogor - Ciawi - Sukabumi, Becakayu, dan Cimanggis - Cibitung.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jalan tol, waskita toll road

Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup