Hunian di Lokasi Wisata Bisa Jadi Passive Income

Pingin Beli rumah yang nyaman? Hunian di kawasan pariwisata bisa menjadi alternatif. Selain bisa membuat lebih relaks, apabila tidak dipakai bisa disewakan kepada para pelancong sebagai pendapatan pasif. Apalagi banyak aplikasi penyewaan penginapan saat ini.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 25 Februari 2019  |  09:50 WIB

Bisnis.com, JAKARTA--Pingin Beli rumah yang nyaman? Hunian di kawasan pariwisata bisa menjadi alternatif. Selain bisa membuat lebih relaks, apabila tidak dipakai bisa disewakan kepada para pelancong sebagai pendapatan pasif. Apalagi banyak aplikasi penyewaan penginapan saat ini.

Vice President Coldwell Banker Dani Indra Bhatara menyebutkan bahwa prospek pembangunan tempat tinggal di tempat wisata cenderung positif.

Pasalnya, hunian di tempat wisata bisa tidak hanya berfokus pada wisatawan, tetapi juga untuk menyediakan tempat tinggal bagi pekerja di lokasi wisata.

“Misalnya, untuk rumah sewa dalam bentuk sewa kamar seperti indekos-indekosan, itu terdapat potensi yang datang dari pekerja di bidang pariwisata. Ada juga yang ke rumah sewa biasa,” katanya.

Selanjutnya, untuk tipe vila sewa terdapat peluang untuk area-area wisata yang sedang berkembang. Di Bali, contohnya, ada Canggu atau Ubud, sedangkan, di Belitung dan Malang yang lebih prospektif cenderung kepada hunian sewa jangka pendek seperti hotel.

“Tempat wisata selain menarik wisatawan kan juga menarik pekerja pariwisata. Ini merupakan demand tambahan. Namun, perlu disesuaikan tipe pengembangannya dengan jenis wisata, target market wisatanya, hingga lama tinggalnya,” paparnya.

Wisatawan mancanegara, misalnya, ke Bali dapat tinggal cukup lama di satu lokasi dan aktivitas juga berbeda di antara lokasi-lokasi di sana.

“Di Ubud bisa lama karena banyak lokasi untuk di-explore, di area surfing juga bisa cukup lama. Namun, di area pantai biasa mungkin lebih sebentar stay-nya. Karakter wisatawan juga harus dipelajari karena dapat memengaruhi jenis kebutuhan properti di area tersebut,” jelasnya.

Wisatawan, tutur Dani, juga dapat dilihat sebagai prospek yang akan menyewa di kawasan wisata, sedangkan pembeli yang cenderung investor akan melihat properti sebagai peluang investasi sehingga mereka akan membeli properti untuk disewakan seperti di Airbnb dan Airyroom.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
properti pariwisata

Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup