KKP Dorong Perbaikan Budi Daya Perikanan di Banten Pascatsunami

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyerahkan bantuan berupa 35.000 ekor benih lele dan 1,4 ton pakan ikan serta paket sembako kepada 160 kepala keluarga (KPP) sebagai upaya membangkitkan kembali budi daya ikan di Pandeglang, Banten, pascatsunami.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 24 Februari 2019  |  17:35 WIB
KKP Dorong Perbaikan Budi Daya Perikanan di Banten Pascatsunami
/Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyerahkan bantuan berupa 35.000 ekor benih lele dan 1,4 ton pakan ikan serta paket sembako kepada 160 kepala keluarga (KPP) sebagai upaya membangkitkan kembali budi daya ikan di Pandeglang, Banten, pascatsunami.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya  KKP Slamet Soebjakto secara langsung menyerahkan bantuan tersebut yang dipusatkan di Kampung Mataram, Desa Sukarame Kecamatan Carita Kabupaten Pandeglang, 22 Februari 2019.

"KKP berkewajiban memotivasi masyarakat untuk segera bangkit, kami ingin pembudidaya segera kembali melanjutkan usahanya. Produksi perikanan baik dari budi daya maupun penangkapan harus kembali bangkit. Kami tahu potensi perikanan budi daya yang dimiliki Pandeglang luar biasa," katanya, seperti dikutip Antara, Minggu (24/2/2019).

Bantuan yang diserahkan merupakan sebagian dari rencana KKP untuk membangkitkan kembali usaha perikanan budi daya di Kabupaten Pandeglang pasca bencana tsunami. Pada tahun 2019 KKP berencana menyalurkan 1,5 juta ekor benih ikan dan udang, 3.000 ekor calon induk ikan unggul, 10-15 ton pakan ikan, paket budi daya bioflok, bahan baku pakan mandiri serta pendampingan dalam berbagai usaha perikanan termasuk budi daya.

"Kami yakin ini belum cukup, kami minta pak Kadis [Kepala Dinas Perikanan] untuk mengidentifikasi lebih lanjut serta meng-update kerusakan-kerusakan sarana prasarana budi daya dan jumlah pembudidaya yang terdampak bencana," lanjutnya.

Slamet juga mengharapkan kepada masyarakat membentuk kelompok berbadan hukum atau koperasi untuk memudahkan pembinaan dan penyaluran bantuan dari pemerintah termasuk KKP, perbankan serta lembaga lainnya.

Terkait isu dan ketakutan masyarakat untuk makan ikan hasil tangkapan di laut, ia kembali mengingatkan bahwa itu adalah anggapan yang salah. "Ikan di lautan itu tidak makan jenazah korban tsunami yang terbawa ke laut. Itu anggapan yang tidak tepat. Ikan di laut makan berbagai jenis plankton dan makan ikan lain yang ukuran badannya lebih kecil dari bukaan mulutnya," ujarnya.

Sebagaimana diketahui tanggal 22 Desember 2018 yang lalu atau tepat dua bulan sudah berlalu, masyarakat pesisir Banten khsusnya Kabupaten Pandeglang dan Serang serta masyarakat pesisir Lampung Selatan Provinsi Lampung dikejutkan oleh hantaman tsunami. Akibat bencana tersebut, berdasarkan catatan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pandeglang, sentra-sentra perikanan budidaya di 6 kecamatan yakni Carita, Labuhan, Panimbang, Sumur, Sukaresmi, dan Cimanggu terkena dampak tsunami.

Tercatat 40 unit KJA beserta 33.000 ekor ikan kerapu dan bawal bintang di dalamnya, 8 unit bagan budidaya kerang hijau, 11 unit budidaya rumput laut, 8 hektar tambak bandeng, 3 hektar kolam nila dan lele hancur diterjang tsunami.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
perikanan, Tsunami Selat Sunda

Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup