Tarif Kargo Mahal Jadi Peluang My Indo Airlines Buka Rute Baru

Memanfaatkan peluang mahalnya tarif surat muatan udara (SMU) atau kargo udara maskapai penumpang, My Indo Airlines segera buka penerbangan freighter.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 20 Februari 2019  |  20:09 WIB
Tarif Kargo Mahal Jadi Peluang My Indo Airlines Buka Rute Baru
Ilustrasi - My Indo Airlines - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Memanfaatkan peluang mahalnya tarif surat muatan udara (SMU) atau kargo udara maskapai penumpang, My Indo Airlines segera buka penerbangan freighter atau kargo udara baru rute Jakarta-Palembang-Jakarta.


Direktur My Indo Airlines Muhammad Ridwan menuturkan pada Senin, (25/2/2019), maskapainya akan mulai melayani rute penerbangan kargo udara Jakarta-Palembang-Jakarta.


Rute tersebut dipilih karena memiliki potensi angkutan kargo yang tinggi dan sudah dikerjasamakan dengan Angkasa Pura II untuk slot penerbangannya.


"Itu besar karena didukung oleh teman-teman Asperindo [Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos dan Logistik Indonesia], barangnya Jakarta--Palembang, dari Palembang berupa cinderamata, oleh-oleh, karena di sana ada industri, UMKM, mungkin makanan-makanan tradisional di sana sampai sekarang ini sampai 40 ton--50 ton. Pesawat kami pun tidak bisa untuk angkut semua, kemungkinan kita pun tidak cukup sekali flight dalam sehari," jelasnya, Rabu (20/2/2019).


Dia menyebut setelah pembukaan penerbangan tersebut, pihaknya akan segera membuka penerbangan Cengkareng-Kualanamu-Cengkareng dan Cengkareng-Batam-Cengkareng.


Pembukaan rute baru ke Kualanamu dilakukan setelah pengadaan armada pesawat baru boeing 737 seri 400 pada akhir Februari 2019. Dia menjanjikan penerbangan ke Kaulanamu paling lambat dilakukan pada awal Maret 2019.


Sementara itu, penerbangan ke Batam sudah berjalan tetapi masih berupa penerbangan pesanan atau carter. Dia pun menjajal tantangan yang diberikan oleh Presiden Direktur Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin untuk melayani kargo Jakarta-Belitung-Jakarta.


"Bangka Belitung sangat potensial, kalau bisa kita garap melalui udara aneka seafood bisa kita ekspor kemana-mana," terangnya.

Dia menjelaskan sepanjang 2018 penerbangannya sudah melayani volume kargo sebesar 4.072 ton. Targetnya, pada 2019 ini volume kargo bisa meningkat 4 kali lipat menjadi 16.000 ton dengan adanya pelayanan rute baru.


Guna mendukung target tersebut, My Indo berencana mengadakan 3 unit pesawat boeing 737-400 sehingga total armada yang dimilikinya mencapai 7 pesawat. Armada yang dimilikinya selama ini adalah boeing 737-300.


Terkait dengan tarif dia memastikan dapat bersaing dengan tarif yang dikeluarkan oleh maskapai penumpang untuk kargo udara.


"Yang jelas dari harga kita masih bisa bersaing yang lebih murah dibandingkan dengan harga yang ada sekarang ini, karena sebenarnya yang sekarang ini kan penumpang ya," ujarnya.

Alasan harga yang dapat bersaing terangnya karena yang dia layani khusus kargo dengan kapasitas Boeing 737-300 mencapai 16 ton sementara pesawat penumpang maksimal hanya mampu menampung 3 ton kargo udara.


Dia menegaskan, pihaknya pun masih menjalin kerja sama dengan Garuda Indonesia sebagai operasional yang membantu meningkatkan kapasitas angkutan kargo udara Garuda Indonesia.


"Banyak kargo yang tidak dapat terangkut oleh pesawat mereka sendiri karena tidak punya freighter. Kerja sama ini untuk rute-rute tertentu, karena sudah ada perjanjian beberapa rute yang Garuda boleh pakai dan rute-rute kita," terangnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kargo udara, my indo airlines, pt angkasa pura kargo (ap kargo)

Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top