Manfaatkan Waralaba, Baba Rafi Berhasil Menghemat Biaya Litbang 5%

Peritel makanan siap saji kebab turki mengklaim dapat menekan pengeluaran untuk penelitian dan pengembangan atau litbang hingga 5%, seiring dengan pemanfaatan sistem waralaba.
M. Richard | 07 Februari 2019 17:58 WIB
Kebab Turki Baba Rafi - babarafi.com
Bisnis.com, JAKARTA — Peritel makanan siap saji kebab turki mengklaim dapat menekan pengeluaran untuk penelitian dan pengembangan atau litbang hingga 5%, seiring dengan pemanfaatan sistem waralaba.
Merketing Communication Manager Baba Rafi Enterprise Adnan Rifal mengatakan perusahaan pernah menderita kerugian tahun-tahun pertama operasi hanya dikarenakan pembiayaan litbang yang tinggi.
Namun, dikarenakan keberhasil dalam menumbuhkan omzet hingga 30% per tahun, ditambah dengan jaringan waralaba yang semakin luas biaya tersebut dapat ditekan.
"Jaringan kami semakin banyak, mitra kami semakin aktif memberi masukan, dan akhirnya kami juga semakin banyak terbantu pula dari penekanan biaya litbang ini,"katanya, dalam acara Baba Rafi Goes To India, Jakarta (7/2/2019).
Dia memaparkan, pengeluaran litbang Baba Rafi diperuntukkan untuk gerai, rasa produk, dan pasar. Untuk gerai, perusahaan cukup perhatian dalam desain gerobak yang menjadi tempat penyaluran produknya. Perusahaan membuat agar gerai tidak hanya nyaman untuk pengelola gerai, tetapi juga pelanggan saat melakukan membeli atau makan di tempat.
Konsep gerai yang saat ini mulai dipopulerkan perusahaan adalah kontainer, yang jumlahnya saat ini mencapai 50 unit dari 1.300 unit gerai yang ada di Indonesia. Omzet penjualan dari satu gerai gerobak berkisar Rp700.000/ hari, sedangkan gerai kontainer mencapai Rp3 juta / hari.
Dalam hal pengembangan produk, perusahaan juga gencar dalam melakukan diferensiasi rasa produk, seperti rasa rendang, nasi lemak, opor, ayam geprek, dan lain-lain.
Perusahaan juga mengembangkan rasa yang berbeda di setiap negara, dan sangat  bergantung dari masukan dari mitranya di luar negeri.
Bahkan, meski belum menjual sendiri, perusahaan juga mulai melakukan pengembangan untuk produk minuman.
Selain itu, alokasi dana pengembangan pasar digunakan untuk mengembangkan pasar pasar-pasar baru, baik dalam maupun luar negeri. Saat ini perusahaan sudah dapat beroperasi di Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Filippina, Sri Lanka, Bangladesh, China, Belanda, dan India dalam beberpa bulan mendatang.
"Selain itu kita juga masih ada Taiwan, dan beberapa negara lainnya. Nanti kalau sudah deal kita kabarkan lagi," ucapnya.
Di lain pihak, Pemilik Master Franchise Baba Rafi di India Abhishek Singh optimistis dapat mengembangkan kebab Turki Baba Rafi di negaranya.
Dia menuturkan perusahaan akan berkompetisi dengan pelaku usaha food and beverage di negaranya yang pertumbuhannya bisa mencapai 22% per tahun.
"Setidaknya kami akan dapat mengikuti pertumbuhan yang sesuai dengan industrinya. Kami akan bantu pengembangan Baba Rafi di India, karena kami juga suka Kebab," ucapnya. 
Tag : baba rafi
Editor : Wike Dita Herlinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top