Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

MTI Sarankan Proyek Kereta Api Jangan Dipaksakan

Pemerintah disarankan membuat perencanaan pembangunan proyek perkeretaapian secara matang agar tidak mubazir saat proyek tersebut beroperasi.
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 27 Januari 2019  |  16:48 WIB
Warga naik Light Rail Transit (LRT) di Palembang, Sumatra Selatan, Rabu (1/8/2018). - JIBI/Arif Budisusilo
Warga naik Light Rail Transit (LRT) di Palembang, Sumatra Selatan, Rabu (1/8/2018). - JIBI/Arif Budisusilo

Bisnis.com, JAKARTA--Pemerintah disarankan membuat perencanaan pembangunan proyek perkeretaapian secara matang agar tidak mubazir saat proyek tersebut beroperasi.

Ketua Forum Transportasi Perkeretaapian Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Aditya Dwi Laksana menilai pembangunan infrastruktur perkeretaapian akan lebih optimal jika tidak dipaksakan beroperasi untuk kegiatan tertentu saja.

Menurutnya, pembangunan kereta rel ringan (light rail transit/LRT) Palembang dan LRT Jakarta dipaksakan beroperasi untuk menunjang Asian Games 2018. Bila proses konstruksi dengan waktu pembangunan yang memadai, dia menilai hal itu bisa memberikan kemanfaatan dan efisiensi dalam jangka panjang.

"Dalam kasus LRT Palembang, misalnya, rendahnya volume penumpang dan minat masyarakat menggunakan LRT, tidak terlepas dari faktor rancangan desain dan pembangunan konstruksi prasarana yang dilakukan untuk memenuhi tenggat waktu yang sempit," katanya, Minggu (27/1/2019).

Dia menilai trase jalur dipilih yang paling hemat waktu dan biaya. Alhasil, memiliki titik-titik lengkung yang terlalu tajam dan belum dipersiapkan sebagai angkutan terpadu moda.

Menurutnya, waktu tempuh kereta menjadi relatif lama, kecepatan kereta tidak bisa optimal, serta belum memiliki konektivitas yang baik dengan angkutan umum lain.

Demikian pula yang terjadi di LRT Jakarta. dia menilai trase yang  tak bagus dalam pengoperasiannya akan sulit optimal bila hanya terbatas pada ruas sepanjang 6 km Kelapa Gading-Velodrome karena pembangunannya harus diselesaikan saat Asian Games 2018. Bahkan, kenyataannya belum bisa dioperasikan saat Asian Games.

Aditya berpendapat apabila pembangunan trase dilakukan secara utuh dari Kelapa Gading ke Dukuh Atas, atau ke kawasan Kota via Kemayoran, maka ceritanya akan berbeda. Hal tersebut lebih memenuhi kebutuhan perjalanan masyarakat.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kereta api
Editor : Hendra Wibawa

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top