Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mark Zuckerberg Sebut Setidaknya 90 Juta UKM Dunia Gunakan Layanan Facebook

Facebook mengklaim ada puluhan juta pelaku Usaha Kecil dan Menengah di seluruh dunia yang menggunakan layanan mereka untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
Annisa Margrit
Annisa Margrit - Bisnis.com 25 Januari 2019  |  17:10 WIB
Karya Kreatif Indonesia. - JIBI/Nurul Hidayat
Karya Kreatif Indonesia. - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA -- Facebook mengklaim ada puluhan juta pelaku Usaha Kecil dan Menengah di seluruh dunia yang menggunakan layanan mereka untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Pendiri dan CEO Facebook Mark Zuckerberg menuturkan model bisnis yang mereka jalankan memiliki manfaat yang jelas. Di satu sisi, miliaran orang mendapatkan layanan gratis untuk tetap terhubung dengan orang lain dan mengekspresikan diri.

Di lain sisi, pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) bisa memperoleh akses dan alat untuk berkembang. Para UKM ini disebut berjasa menciptakan sebagian besar lapangan pekerjaan dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi di seluruh dunia.

"Ada lebih dari 90 juta Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Facebook dan mereka merupakan bagian yang besar dalam bisnis kami," sebutnya dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis, Jumat (25/1/2019).

Zuckerberg melanjutkan sebagian pelaku UKM itu belum bisa membeli iklan di televisi atau billboard. Selain itu, dia mengutip sebuah survei global yang mengatakan sebagian dari mereka dapat merekrut lebih banyak orang sejak bergabung di Facebook.

"Penting untuk membangun teknologi yang dapat mengakomodasi kebutuhan setiap orang. Itulah dunia yang saat ini kami bangun dan model bisnis kami mendukung tujuan tersebut," ucap Zuckerberg.

Terkait model bisnis Facebook, dia menerangkan jika iklan menjadi pendukung agar layanan Facebook bisa bebas biaya, sehingga dapat diakses oleh semua orang. Dalam hal ini, Facebook mengaku bekerja sama dengan pengiklan untuk menampilkan informasi yang relevan dengan kebutuhan pengguna.

Zuckerberg mengungkapkan ada pihak-pihak yang khawatir iklan dapat menciptakan ketidakselarasan kepentingan antara Facebook dengan pihak yang menggunakan produk media sosial itu. Facebook menyampaikan fokus mereka adalah membantu orang untuk saling terhubung dan berbagi karena tujuan layanan mereka yaitu membantu orang-orang untuk terhubung dengan keluarga, teman, dan komunitas.

Tetapi, ujar Zuckerberg, dari perspektif bisnis adalah suatu hal yang penting untuk memastikan bahwa setiap orang menikmati waktu yang digunakan dengan baik.

Clickbait diakui bisa saja mendorong interaksi dalam waktu singkat, tapi hal itu diklaim tak mungkin dilakukan dengan sengaja oleh Facebook karena bukan itu yang diinginkan orang dan bahkan bisa mengurangi penggunaan layanan mereka dalam jangka panjang.

Meski bekerja sama dengan pengiklan, dia menegaskan pihaknya tidak menjual data pengguna meskipun banyak laporan yang menyatakan jika Facebook melakukan hal tersebut.

"Kenyataannya, menjual informasi atau data sangat bertentangan dengan bisnis kami, karena hal itu akan menghilangkan kepercayaan dan mengurangi nilai layanan kami terhadap pengiklan. Kami memiliki keinginan yang kuat untuk melindungi data pengguna agar tidak diakses oleh pihak lain," tukas Zuckerberg.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ukm facebook
Editor : Annisa Margrit

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top