PPRO Selektif Dalam Rilis Proyek Properti Baru

PT PP Properti Tbk (PPRO), anak usaha PT PP (Persero) Tbk., bersikap selektif dalam meluncurkan produk-produknya menghadapi tahun politik.
Maria Elena | 23 Januari 2019 19:26 WIB
Pekerja menyelesaikan proyek pembangunan PP Properti di Jakarta, Sabtu (3/6). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - PT PP Properti Tbk (PPRO), anak usaha PT PP (Persero) Tbk., bersikap selektif dalam meluncurkan produk-produknya menghadapi tahun politik.

Director of Finance PT PP Properti Tbk. Indaryanto mengatakan PPRO bersikap selektif dalam meluncurkan produk baru, termasuk mengakuisisi lahan baru. Pihaknya hanya akan berkonsentrasi pada produk-produk eksisting yang telah diluncurkannya pada 2018 lalu.

"Sekarang hanya melanjutkan apa yang sudah diluncurkan, kami sediakan platform untuk buka lahan baru, tapi cukup selektif sekali," kata Indaryanto kepada Bisnis, Senin (21/1/2019)

Dia mengatakan pada Desember 2018 lalu, PPRO telah meluncurkan empat proyek hunian yang sengaja dikejar guna mengantisipasi pasar yang lesu pada semester I/2019 ini, di antaranya Yogyakarta, Cilegon, Surabaya, Kerta Jati.

Salah satunya, Apartemen Tana Babarsari di Yogyakarta. Apartemen tersebut ditawarkan mulai dari Rp400 juta, merangkum sekitar 700 unit apartemen dengan dua pilihan tipe, yaitu tipe 1 bedroom dengan luas 21 m² dan 2 bedroom dengan luas 44,75 m².

Bahkan, pihaknya mengatakan masih belum memiliki rencana untuk mengembangkan hunian premium. Pihaknya masih akan menyasar segmen menengah karena pada segmen ini penjualan ditopang oleh pembeli end user.

Dia mengatakan setelah Pemilu, pihaknya sudah membidik beberapa lokasi untuk pengembangan hunian baru, salah satunya di Depok. Namun pihaknya belum menyebut secara rinci detil proyek tersebut.

Lanjutnya, PPRO sudah menyiapkan capex sebesar Rp1,6 triliun. Katanya, capex yang disiapkan pun hanya dialokasikan untuk kelanjutan proyek-proyek 2018 lalu.

Bisnis mencatat, raihan marketing sales PPRO pada 2018 senilai Rp3,4 triliun atau tumbuh 12% dari raihan 2017 yang tercatat senilai Rp3 triliun.  Pihaknya mengincar pertumbuhan marketing sales sebesar 10% menjadi Rp3,7 triliun pada 2019.

Indaryanto optimis pasar yang akan terus bergerak adalah pasar segmen menengah, yang sesuai dengan captive marketnya. Pihaknya kan terus gencar membangun apartemen mahasiswa.

Menurut dia, pasar apartemen yang menyasar mahasiswa bertumbuh positif. "Untuk mahasiswa, dari pada menyewa rumah, lebih baik tinggal di apartemen, kami akan menyediakan fasilitas untuk mereka, di rumah sewa kan tidak ada faslilitas.

PPRO juga telah bekerja sama dengan pihak Gramedia di seluruh apartemen mahasiswa yang dikembangkannya yang mana penghuni apartemen bisa mengakses sekitar 20.000 judul buku dan bisa di unduh secara gratis.

Apalagi, kata dia, relaksasi loan to value (LTV) yang dikeluarkan bank Indonesia cukup membantu dengan down payment (DP) hanya 5% dan cicilan yang ditawarkan beberapa perbankan hingga 30 tahun.

"Suku bunga memang naik jadi 6%, tapi di sisi lain dengan relaksasi LTV kelas menengah ke bawah juga tidak terpengaruh karena bagi mereka rumah merupakan suatu kebutuhan dasar, sementara backlog perumahan juga masih sangat tinggi," jelas dia.

Dalam strategi melancarkan penjualan, PPRO akan melanjutkan program dari tahun lalu, yaitu dengan memberikan gimmick pembelian apartemen Rp250 juta mendapatkan 1 kupon undian mobil BMW.

Tag : ppro
Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top