Ekspansi Kegiatan Dunia Usaha Melambat pada Akhir 2018

Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Agusman mengatakan perlambatan tercermin dari nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) kegiatan usaha pada kuartal IV/2018 sebesar 6,19%, lebih rendah dari SBT kuartal III/2018 yang sebesar 14,23%.
Hadijah Alaydrus | 11 Januari 2019 09:06 WIB
Pembangunan perumahan bersubsidi di kawasan Bojong Gede, Bogor, Jawa Barat, Jumat (28/12/2018). - ANTARA/Yulius Satria Wijaya

Bisnis.com, JAKARTA -- Berdasarkan Survei Kegiatan Dunia Usaha dari Bank Indonesia, ekspansi kegiatan dunia usaha pada kuartal IV/2018 diperkirakan melambat dibandingkan kuartal sebelumnya. Namun, hal ini sesuai dengan siklus historisnya. 
 
Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Agusman mengatakan perlambatan tercermin dari nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) kegiatan usaha pada kuartal IV/2018 sebesar 6,19%, lebih rendah dari SBT kuartal III/2018 yang sebesar 14,23%.
 
Kendati melambat, BI mencatat peningkatan kegiatan usaha masih terlihat pada sektor keuangan, real estat, dan jasa perusahaan, serta sektor jasa-jasa. 
 
"Peningkatan antara lain didorong oleh permintaan di pasar domestik," ungkapnya, Kamis (10/1/2019).
 
Pertumbuhan kegiatan usaha pada kuartal IV/2018 juga lebih rendah dibandingkan kuartal IV/2017. Hal ini terindikasi dari SBT kegiatan usaha kuartal IV/2018 yang sebesar 6,19%, lebih rendah dari 7,4% pada periode yang sama tahun sebelumnya.
 
Meski demikian, secara keseluruhan, kegiatan dunia usaha menunjukkan kinerja yang lebih baik pada 2018 dibandingkan tahun sebelumnya. Agusman menuturkan hal tersebut diindikasikan oleh rata-rata SBT sebesar 12,39%, lebih tinggi dibandingkan 10,97% pada 2017. 
 
Berdasarkan sektor ekonomi, peningkatan kinerja usaha rata-rata paling tinggi sepanjang 2018 terjadi pada sektor keuangan, real estat, dan jasa perusahaan, serta sektor industri pengolahan dengan rata-rata SBT masing-masing sebesar 3,11% dan 2,58%.
 
"Pertumbuhan investasi pada kuartal IV/2018 relatif stabil, terindikasi dari SBT sebesar 10,51%, dibandingkan 10,64% pada kuartal III/2018," sebutnya.
 
Jika dilihat per semester, nilai investasi pada semester II/2018 lebih tinggi dibandingkan semester sebelumnya. Hal ini tercermin dari nilai Saldo Bersih sebesar 63,75%, lebih tinggi dibandingkan 56,16% pada semester I/2018. 

Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) juga menunjukkan investasi diperkirakan tumbuh lebih tinggi pada kuartal I/2019 dibandingkan kuartal sebelumnya, dengan SBT sebesar 11,26%.
 
Responden memproyeksi kegiatan usaha akan semakin ekspansif pada kuartal I/2019. Menurut Agusman, hal ini terindikasi dari SBT prakiraan kegiatan usaha yang meningkat menjadi 9,35%.
 
Berdasarkan sektor ekonomi, peningkatan kegiatan usaha diperkirakan terutama terjadi di sektor jasa-jasa, keuangan, real estat, dan jasa perusahaan, serta industri pengolahan. Sejalan dengan optimisme peningkatan kegiatan usaha, tingkat penggunaan tenaga kerja dan investasi dunia usaha pada kuartal I/2019 diproyeksi tumbuh lebih tinggi dibandingkan dibandingkan kuartal IV/2018.

Tag : bank indonesia, ekspansi
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top