PLTMG MPP Flores Diminta Segera Gunakan Bahan Bakar Gas

Operasional PLTMG MPP Flores masih menggunakan high speed diesel sebagai sumber energi utamanya.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 05 Januari 2019  |  00:45 WIB
PLTMG MPP Flores Diminta Segera Gunakan Bahan Bakar Gas
Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar - ANTARA/Wahyu Putro A

Bisnis.com, JAKARTA--Operasional PLTMG MPP Flores masih menggunakan high speed diesel sebagai sumber energi utamanya.

Pembangkit Listrik Tenaga Minyak Gas (PLTMG) Mobile Power Plant (MPP) Flores NTT ini berkapasitas 20 MW. Peletakan batu pertama pembangunan pembangkit listrik  di Dusun Rangko, Desa Tanjung Boleng, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat, ini berlangsung pada 24 Mei 2017.

High speed diesel (HSD) merupakan bahan bakar minyak jenis solar yang memiliki angka cetane number 45, jenis BBM ini umumnya digunakan untuk mesin industri.

Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar meminta ke depannya PLN mengganti HSD dengan bahan bakar gas. Selain merupakan energi bersih, harga gas yang lebih murah juga dapat menekan biaya produksi listrik.

"Sekarang masih menggunakan HSD tapi April nanti diusahakan untuk diganti dengan gas. Gas juga kan lebih murah, dengan itu diharapkan biaya pokok produksi nanti bisa turun," ujarnya melalui keterangan resmi, Jumat (4/1/2019).

Dalam kunjungannya ini Arcandra juga ingin memastikan bahwa kondisi sistem kelistrikan PLN di wilayah NTT, khususnya di Manggarai Barat dan Labuan Bajo dalam kondisi aman.

"Secara operasional tadi saya dapat laporan kondisi kelistrikan di NTT, khususnya Labuan Bajo dan Manggarai Barat dalam kondisi aman. Ada reserve margin di atas 20%, ini secara keseluruhan sangat baik sekali," ujar Arcandra.

PLTMG MPP Flores merupakan pembangkit yang pembangunannya diresmikan oleh Menteri ESDM Ignasius Jonan pada Oktober 2017 bersamaan dengan beberapa pembangkit lainnya di NTT yakni PLTMG Maumere dan PLTMG Kupang Peaker.

"PLTMG MPP Flores ini merupakan pembangkit yang lahir terlebih dahulu, termasuk salah satu yang tercepat (beroperasi)," kata Direktur Bisnis Regional Jawa bagian Timur, Bali dan Nusra, Djoko R Abu Manan di kesempatan yang sama.

Arcandra menegaskan bahwa pemerintah terus berupaya agar infrastruktur kelistrikan yang telah dibangun dapat memperluas akses listrik kepada masyarakat, dan dengan harga terjangkau.

Pemerintah bersama PLN menargetkan pada 2019, seluruh kabupaten di Pulau Flores dapat menikmati pelayanan listrik dari keberadaan jaringan transmisi yang terhubung secara interkoneksi.

Selain itu, perluasan jaringan transmisi tegangan menengah ke desa-desa yang belum berlistrik juga terus dipercepat melalui program Listrik Desa (Lissa).

Sehingga, rasio elektrifikasi NTT yang masih di angka 61,90% dapat terus ditingkatkan. Target pemerintah, pada tahun 2019, secara nasional rasio elektrifikasi mencapai angka 99%.

Beroperasi sejak 3 Juli 2018 lalu, PLTMG MPP Flores yang berlokasi di Desa Boleng, Kec.Tanjung Boleng, Kab.Manggarai Barat ini menjadi salah satu pembangkit yang menunjang sistem kelistrikan di Pulau Flores.

Selain itu, secara sistem telah ter-interkoneksi dengan PLTP Ulumbu 4 x 2,5 MW yang telah lebih dulu beroperasi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ntt, flores, pltmg

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top