Kawasan Tanjung Lesung Beach Kembali Beroperasi

Kawasan Tanjung Lesung Beach, Hotel and Resort milik Jababeka Group sudah mulai kembali beroperasi meski seadanya pasca dilanda tsunami akhir Desember lalu.
Mutiara Nabila | 02 Januari 2019 17:34 WIB
Warga berada di depan bangunan yang terdampak bencana tsunami di Pantai Tanjung Lesung, Banten, Jawa Barat, Minggu (23/12/2018). - ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, JAKARTA – Kawasan Tanjung Lesung Beach, Hotel and Resort milik Jababeka Group sudah mulai kembali beroperasi meski seadanya pasca dilanda tsunami akhir Desember lalu.

CEO Jababeka Group Setyono Djuandi Darmono mengatakan bahwa mulai 1 Januari, Tanjung Lesung Beach, Hotel and Resort saat ini sudah mulai beroperasi meskipun hanya dengan perangkat. Hal itu dilakukan lantaran banyak permintaan dari para turis dari segmen yang berbeda, dari yang ingin bersimpati melihat bencana alam, ingin melakukan riset studi, dan relawan yang datang.

“Bahkan di hari kedua saja sudah banyak relawan yang datang membantu menjalankan excavator, salah satunya dari Australia. Semua harus segera, dan memang perlu bantuan dari banyak pihak, terutama dari pemerintah, karena untuk alat, dari kami sendiri belum mampu,” ungkap Darmono, usai acara doa bersama untuk musibah Selat Sunda dan Pesisir Banten di Menara Batavia, Jakarta, Rabu (2/1/2018).

Pihaknya mengharapkan pertengahan bulan ini bisa kembali beroperasi seperti biasa lantaran menjadi salah satu pembayar pajak terbesar di Kabupaten Pandeglang.

“Kalau tidak segera beroperasional, anggaran kabupaten pandeglang akan terkendala juga,” imbuhnya.

Tanjung lesung merupakan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang luasnya mencapai 1.500 hektar. Dari keseluruhan lahan tersebut, 8 hektar atau 0,5%-nya terkena dampak dari tsunami. Hal itu dikarenakan lokasinya yang tepat berhadapan dengan pantai dan gunung Krakatau.

Selanjutnya, pihak Jababeka Group dan PT Banten West Java mengharapkan adanya kerja sama dengan pemerintah untuk membangun infrastruktur berupa tanggul laut untuk memecah ombak. Darmono menilai dengan adanya tanggul tersebut, jumlah korban bisa diminimalisir.

Pembangunan [tanggul laut] harus secepatnya, karena kita tidak tau kapan bencana akan datang. Saya sudah sampaikan ke Menko Perekonomian Darmin Nasution, beliau sudah menyambut dengan baik. Saya kira akan menunggu perencanaan dari pemerintah,” tambahnya.

Adapun, Tanjung Lesung Beach, Hotel and Resort, KEK Tanjung Lesung yang bersifat komersial, terdiri atas Tanjung Lesung cottage hotel, Bluefish, Sailing Club, Mongolian Culture Center, Tanjung Lesung Beach Club, pembangkit listrik, pengolahan air limbah, pengolahan air bersih, dan jalanan,yang sudah dibangun sejak 25 tahun yang lalu.

 “Yang ingin kita lakukan sekarang ini cuma mitigasi, pencegahan, sisanya kan kami tidak bisa prediksi kapan terjadi. Kalau akan ada macam-macam terjadi bencana kami sudah tahu, dari tsunami, kemungkinan longsor itu kami sudah tau, tapi terjadinya kapan kan kita tidak bisa prediksi,” ungkapnya.

Tag : tanjung lesung
Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top