Peserta Asing IMF-WB Annual Meeting Habiskan Rp341 Miliar di Bali

Hasil survei Bappenas dan LPEM UI mencatat peserta mancanegara IMF-World Bank Annual Meeting 2018 mencapai Rp341 miliar. 
Hadijah Alaydrus | 19 Desember 2018 00:30 WIB
Peserta saat mengikuti salah satu acara dalam rangkaian Pertemuan IMF World Bank Group 2018, di Nusa Dua, Bali, Jumat (12/10/2018). - Reuters/Johannes P. Christo
Bisnis.com, JAKARTA--Hasil survei Bappenas dan LPEM UI mencatat peserta mancanegara IMF-World Bank Annual Meeting 2018 mencapai Rp341 miliar. 

Peserta mancanegara mencapai 2.969 delegasi dan 5.382 orang non delegasi, seperti investor, NGO, media dan akademisi. 

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Kepala Bappenas Bambang P.S. Brodjonegoro mengungkapkan alokasi peserta ini sebagian besar dialokasikan untuk akomodasi, makanan, minuman dan kriya tangan. 

"Angka tersebut diperoleh dari rata-rata lama tinggal selama 7 hari baik peserta mancanegara maupun peserta domestik," ujar Bambang, Selasa (18/12).

Adapun, pengeluaran peserta domestik mencapai Rp241 miliar dari total delegasi domestik sebanyak 672 orang dan nondelegasi sebanyak 25.738 orang. 

Menurut data kolektif, dampak ekonomi langsung dari acara ini pada periode 2017-2018 sejak persiapan hingga pelaksanaan mencapai Rp5,5 triliun.

Dari survei peserta, 81,6% responden merasa sangat puas dengan kebersihan dan 17,7% merasa puas. Hanya sekitar 0,7% responden merasa tidak puas. 

Terkait dengan keramahan, 96,1% merasa sangat puas dan 3,6% merasa puas. Sebanyak 0,2% responden menyatakan tidak puas. 

Sebanyak 91,4% responden merasa sangat puas dengan faktor keamanan. Sisanya 8,2% merasa puas dan 0,4% tidak puas. 

Untuk infrastruktur, 71,2% responden menyatakan sangat puas, 27,6% menyatakan puas dan 1,2% tidak puas. 

Temuan menarik lainnya yaitu 76% responden mancanegara menyatakan akan berkunjung kembali ke Indonesia dan 95% peserta yang hadir akan merekomendasikan Indonesia sebagai tujuan wisata ke keluarga dan kolega di negaranya. 
Tag : annual meetings IMF-World Bank
Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top