Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Laut Sehat, Ekspor Cumi Meningkat Tajam

Komoditas cumi, sotong, gurita mencatatkan peningkatan ekspor tertinggi dari segi volume dibandingkan dengan 4 komoditas perikanan lainnya pada Januari-Oktober 2018.
Juli Etha Ramaida Manalu
Juli Etha Ramaida Manalu - Bisnis.com 18 Desember 2018  |  21:17 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memberikan keterangan kepada wartawan mengenai Refleksi 2018 dan Outlook 2019 di Jakarta, Senin (17/12/2018). - JIBI/Dedi Gunawan
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memberikan keterangan kepada wartawan mengenai Refleksi 2018 dan Outlook 2019 di Jakarta, Senin (17/12/2018). - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - Komoditas cumi, sotong, gurita mencatatkan peningkatan ekspor tertinggi dari segi volume dibandingkan dengan 4 komoditas perikanan lainnya pada Januari-Oktober 2018.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat volume ekspor cumi-sotong-gurita meningkat 34,19% pada Januari 2018 menjadi 118,760 tondari 88.030 di periode yang sama tahun sebelumnya.

Adapun dari segi nilai, ekspor cumi-sotong gurita meningkat 47,91% menjadi US$429,33 juta pada Januari-Oktober 2018 dari sebelumnya US$290,27 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Persentasi peningkatan nilai ekspor cumi-sotong-gurita ini sedikit lebih kecil bila dibandingkan dengan rumput laut yang mencapai 54,19%.

Menurut Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, peningkatan ekspor cumi-soto ng-gurita ini tak lepas dari berbagai kebijakan di kementerian tersebut yang meningkatkan produksi cumi dalam negeri.

“Untuk cumi, sekarang ini hampir semua kapal perikanan beralih. Di sini mereka umumnya jenis alat tangkap apapun cenderung beralih ke kapal cumi. Bagaimana tidak, 2018 ini adalah kondisi paling bagus untuk kapal cumi,” jelasnya, baru-baru ini.

Tak hanya tangkapan kapal-kapal besar, tangkapan nelayan kecilpun ikut meningkat. Bahkan, nelayan kecil di Belitung bisa menghasilkan pendapatan hingga Rp1 juta per malam dengan hasil tangkapan cumi sekitar 10-11 kilogram.

“Paling sedikit itu 10 kilo kali Rp90.000 [per kilogram] harga cuminya .Satu malam dia dapat satu juta. Itu berangkat sore jam 07.00 [malam] satu orang di satu perahu mancing bisa dapat 1 juta,” jelasnya.

Menurutnya, ini adalah bukti bahwa laut Indonesia lebih sehat. Pasalnya, cumi merupakan salah satu jenis hasil perikanan yang biasanya hidup di laut dengan biomassa atau kesuburan yang tinggi. Keberadaan cumi di lokasi perairan air asin merupakan bukti bahwa daerah tersebut telah menjadi lebih sehat.

“Laut kita ini sekarang sangat-sangat sehat,” jelasnya.

Sehatnya laut Indonesia menurutnya juga ditandai dengan banyaknya penampakan ikan paus ke pinggiran laut. Selain itu, waktu yang dihabiskan di sejumlah lokasi di perairan Indonesia dinilai juga sudah semakin panjang.

“Ikan paus itu tidak hanya lewat tapi mereka main-main sampai berbulan-bulan,” tambahnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekspor perikanan
Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top