Perjanjian Pengusahaan Tol Simpang Indralaya-Muara Enim Disiapkan

Jalan tol Simpang Indralaya—Muara Enim merupakan bagian dari megaproyek tol Trans-Sumatra. Proyek sepanjang 88 kilometer ini tengah memasuki tahap menuju penandatanganan kontrak pengusahaan.
Irene Agustine | 18 Desember 2018 07:24 WIB
Proyek jalan tol Palembang--Indralaya. - Kementerian PUPR

Bisnis.com, JAKARTA — Perjanjian pengusahaan jalan tol Simpang Indralaya—Muara Enim di Sumatra Selatan sepanjang 88 kilometer tengah dipersiapkan menyusul dimulainya pembangunan ruas tol Banda Aceh—Sigli akhir pekan lalu.

Direktur Keuangan PT Hutama Karya (Persero) Anis Anjayani mengatakan bahwa perjanjian ruas tol tersebut tengah diproses setelah perjanjian pengusahaan jalan tol (PPJT) ruas Banda Aceh—Sigli dan Pekanbaru—Bangkinang yang menjadi bagian dari jalan tol Padang—Pekanbaru selesai diproses belum lama ini.

"[Ruas tol] Simpang Indralaya—Muara Enim yang sedang dipersiapkan. Saat ini, PPJT yang sudah selesai diproses yaitu Banda Aceh—Sigli dan Padang—Pekanbaru," kata Anis kepada Bisnis.com, akhir pekan lalu.

Menurutnya, skema pendanaan untuk pembangunan ruas tersebut akan menggunakan contractor pre-financing (CPF). Pada skema CPF, kontraktor diminta supaya menyelesaikan proyek terlebih dahulu dengan dana pembangunan yang diusahakan oleh kontraktor itu sendiri baru.

Selajutnya, hasilnya dibayar oleh badan usaha jalan tol (BUJT), dalam hal ini oleh BUMN yang ditugaskan membangun jalan tol Trans-Sumatra, PT Hutama Karya.

"Rencananya pendanaan akan menggunakan CPF, ini masuk dalam rencana kerja tahun depan," ujar Anis.

Berdasarkan data Hutama Karya, perkiraan biaya investasi ruas tol di Sumatra Selatan tersebut mencapai Rp11,99 triliun.

Kebutuhan porsi ekuitas pada proyek itu direncanakan mencapai Rp8,39 triliun, sedangkan porsi pinjaman Rp3,59 triliun.

Rencananya, proyek tersebut juga mendapatkan sebagian alokasi dari penyertaan modal negara tahun 2019 kepada PT Hutama Karya yang totalnya mencapai Rp10,50 triliun. Khusus proyek ini, alokasi yang direncanakan mencapai Rp500 miliar.

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top