Investasi ESDM Diakui Melambat Tahun Ini

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan mengakui investasi di sektor energi dan sumber daya mineral tahun ini melambat.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 26 November 2018  |  16:25 WIB
Investasi ESDM Diakui Melambat Tahun Ini
Menteri ESDM Ignasius Jonan memberikan paparan dalam acara Bisnis Indonesia Business Challenges 2019 di Jakarta, Senin (26/11/2018). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA -- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan mengakui investasi di sektor energi dan sumber daya mineral tahun ini melambat.

Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), realisasi investasi selama 9 bulan pertama 2018 mencapai US$15,2 miliar atau baru 40,86% dari target tahun. Sepanjang tahun ini, investasi diharapkan menyentuh US$37,2 miliar.

"Investasi tahun ini slowing down. Saya enggak mau beralasan ini itu karena banyak faktor. Tapi kami mencoba mendudukkan investasi pada sektor yang memang dibutuhkan," ujarnya dalam "Bisnis Indonesia Business Challenge 2019" di Jakarta, Senin (26/11/2018).

Di sektor ketenagalistrikan misalnya, untuk investasi program 35.000 megawatt (MW) tidak bisa dipaksakan selesai seluruhnya pada 2019 seperti rencana awal. Sebab, berdasarkan perhitungan, bila 35.000 MW diselesaikan seluruhnya pada 2019 maka akan terjadi kelebihan daya yang cukup besar.

"Kalau dijalankan bisa 60% [reserve margin] ini terlalu besar. Makanya kami geser sampai 2024-2025," lanjut Jonan.

Hingga akhir tahun ini, pembangkit yang beroperasi atau Commercial on Date (COD) diperkirakan dapat mencapai 11.000-11.500 MW. Sementara itu, pada tahun depan diperkirakan bisa mencapai 15.000 MW.

Target ini tidak hanya terdiri dari program 35.000 MW tetapi juga Fast Track Program I dan II.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
investasi, esdm

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top