Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

TOD Stasiun Juanda Tertahan Perizinan

Proyek hunian TOD di Stasiun Juanda di Jakarta yang akan digarap PT PP Properti Tbk masih tertahan perizinan meski telah menggelar seremoni groundbreaking pada Oktober 2017.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 22 November 2018  |  21:55 WIB
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kedua kanan), Menteri BUMN Rini Soemarno (ketiga kanan), Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (ketiga kiri), Komisaris PT PP Sumardi (kiri), Dirut PT PP Tumiyana (kedua kiri) dan Direktur Utama KAI Edi Sukmoro (kanan) berbincang saat meninjau ground breaking Transit Oriented Development (TOD) Juanda dan Tanah Abang di Stasiun Juanda, Jakarta, Selasa (10/10). - ANTARA/Akbar Nugroho Gumay
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kedua kanan), Menteri BUMN Rini Soemarno (ketiga kanan), Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (ketiga kiri), Komisaris PT PP Sumardi (kiri), Dirut PT PP Tumiyana (kedua kiri) dan Direktur Utama KAI Edi Sukmoro (kanan) berbincang saat meninjau ground breaking Transit Oriented Development (TOD) Juanda dan Tanah Abang di Stasiun Juanda, Jakarta, Selasa (10/10). - ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, JAKARTA – Proyek hunian transit oriented development (TOD) di Stasiun Juanda di Jakarta yang akan digarap PT PP Properti Tbk masih tertahan perizinan meski telah menggelar seremoni groundbreaking pada Oktober 2017.

Direktur Utama PT PP Properti Tbk Taufik Hidayat mengatakan proyek berkonsep transit oriented development (TOD) Stasiun Juanda masih dalam proses mendapatkan izin membangun sehingga pemasaran pun belum dapat dilakukan meskipun telah melakukan seremoni groundbreaking 13 bulan yang lalu.

"TOD stasiun Juanda perizinannya masih diproses, rencananya Desember 2018 sudah bisa pekerjaan pondasi," ujar Taufik kepada Bisnis pada Kamis (22/11/2018).

TOD Stasiun Juanda dibangun diatas lahan milik PT KAI seluas 1 hektare yang akan terdiri atas dua menara apartemen dengan total 627 unit dan satu menara perkantoran. Total investasi proyek tersebut Rp300 miliar.

Perusahaan dengan kode emiten PPRO tersebut akan membangun hunian yang terdiri atas rusunami yang diperuntukkan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan hunian bersegmentasi menengah.

Proyek tersebut akan dibanderol dengan harga mulai dari Rp7 juta per m2 atau Rp224 juta per unit.

Adapun, selain TOD Stasiun Juanda, PP Properti akan mengembangkan proyek TOD lain di Stasiun Tanah Abang Jakarta yang juga telah dilaksanakan seremoni groundbreaking bersamaan dengan proyek TOD Stasiun Juanda.

Namun, Taufik mengatakan akan fokus pada pengembangan proyek TOD Stasiun Juanda terlebih dahulu dan memperkirakan baru memulai pengerjaan proyek TOD Stasiun Tanah Abang tahun depan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

stasiun transit oriented development
Editor : M. Syahran W. Lubis

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top