Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bertemu dengan Pence, Jokowi Minta AS Pertahankan Fasilitas GSP

Pemerintah Indonesia berharap supaya Amerika Serikat mempertahankan pemberian fasilitas generalized system of preferences (GSP) bagi produk-produk impor asal Indonesia.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 15 November 2018  |  06:56 WIB
Presiden Joko Widodo (kiri) berbincang dengan Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence sebelum melakukan pertemuan bilateral di sela-sela KTT Asean di Pusat Konvensi Suntec, Singapura, Rabu (14/11/2018). - REUTERS/Athit Perawongmetha
Presiden Joko Widodo (kiri) berbincang dengan Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence sebelum melakukan pertemuan bilateral di sela-sela KTT Asean di Pusat Konvensi Suntec, Singapura, Rabu (14/11/2018). - REUTERS/Athit Perawongmetha

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Indonesia berharap Amerika Serikat mempertahankan pemberian fasilitas generalized system of preferences (GSP) bagi produk-produk impor asal Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo saat bertemu dengan Wakil Presiden AS Mike Pence di sela-sela penyelenggaraan KTT Asean di Singapura pada Rabu (14/11/2018).

"Presiden mengharapkan agar Amerika masih dapat terus memberikan fasilitas GSP (Generalized System of Preference) bagi Indonesia karena fasilitas GSP ini sangat bermanfaat bukan hanya bagi Indonesia tapi juga untuk Amerika," kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi usai pertemuan seperti dikutip dari siaran persnya.

Retno melanjutkan, perdagangan kedua negara bersifat penting karena Indonesia dan AS saling membutuhkan. Jika kedua pihak menggunakan pendekatan serius, hal tersebut justru akan memperburuk situasi.

Menanggapi permintaan Indonesia soal GSP, Pence tidak secara langsung memberi respons. Namun ia menekankan bahwa Indonesia merupakan mitra strategis AS di kawasan Asia Tenggara dan Indonesia merupakan teman bagi AS.

GSP adalah kebijakan perdagangan tertua yang pernah dibuat AS. Kebijakan ini bertujuan mendorong pembangunan ekonomi negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, dengan membebaskan bea masuk ribuan produk mereka Amerika Serikat.

Pemerintah AS sempat menyampaikan akan mengevaluasi fasilitas GSP yang diberikan ke Indonesia. Pasalnya, ada kekhawatiran bahwa Indonesia tidak memenuhi beberapa kriteria GSP. Seperti penerapan sejumlah hambatan investasi dan perdagangan yang menimbulkan efek negatif serius terhadap AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Mike Pence
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top