Di Tengah Ketidakpastian, Investasi Real Estat Global Tetap Sesuai Jalur

Hasil riset menyebutkan investasi real estat global tetap di jalur yang tepat meskipun ketidakpastian yang tinggi.
Anitana Widya Puspa | 10 November 2018 23:51 WIB
Properti mewah Singapura - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Konsultan properti Jones Lang LaSalle menyebutkan investasi real estat global tetap di jalur yang tepat meskipun ketidakpastian yang tinggi.

Dalam laporan globalnya, JLL mengemukakan investasi real estat komersial global tetap stabil pada kuartal III/2018, dengan volume investasi US$170 miliar. Volume total sepanjang 9 bulan 2018 mencapai US$507 miliar, meningkat 7% di atas periode yang sama 2017.

JLL juga menyebut investor terus bersaing dengan ketegangan perdagangan dan ketidakpastian politik, serta meningkatnya suku bunga AS dan volatilitas di pasar energi. Dalam lingkungan ini, investasi real estat tetap terlihat menarik terutama karena fundamental dan hasil yang tetap menarik.

“Kami memproyeksikan volume investasi global 2018 akan melampaui tahun lalu menjadi US$730 miliar dan akan menjadi sekitar US$700 miliar pada 2019 karena para investor tetap selektif dan enggan untuk menggunakan modal untuk keperluan lain, mengingat alternatif penghasil pendapatan yang terbatas,” ujar laporan yang diterima Bisnis pada Sabtu (10/11/2018).

Investasi di Amerika Serikat terus meningkat kembali setelah perlambatan 2 tahun yang dimulai pada 2016. Pada kuartal ketiga, volume mencapai US$74 miliar, yang berarti peningkatan 20% pada periode yang sama pada 2017. Hal ini meningkatkan transaksi secara year to date menjadi US$206 miliar.

AS adalah penggerak utama kenaikan volume ini, mencatatkan pertumbuhan 25% secara year on year selama kuartal III/2018.

Kenaikan lebih lanjut dalam suku bunga jangka panjang merupakan faktor risiko yang patut diperhatikan dalam bulan-bulan mendatang, investasi skala besar tetap diminati, dengan tiga transaksi tingkat entitas yang ditutup pada kuartal terakhir.

Sementara itu, aktivitas investasi di Asia Pasifik telah mereda pada kuartal terakhir, menyusul paruh pertama tahun ini yang kuat. Namun, volume dari tahun ke tahun telah meningkat 20% menjadi US$117 miliar, tingkat tertinggi sepanjang catatan.

Adapun volume transaksi baik di Jepang dan China naik tahun ke tahun (masing-masing 10% dan 14%), sementara Seoul adalah pasar yang menonjol di wilayah ini karena volume investasi naik 86% year-to-date ke level tertinggi sepanjang masa.

Adapun suku bunga yang lebih tinggi dan harga yang agresif membuat rem pada volume transaksi di Hong Kong selama kuartal ketiga, tetapi tetap naik 82% selama 9 bulan pertama tahun ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
properti

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top