World Travel Market 2018: Kemenpar Targetkan Penjualan 4.225 Paket Wisata

Kementerian Pariwisata menargetkan 4.225 paket wisata Indonesia akan terjual dalam World Travel Market 2018. 
Yanita Petriella | 05 November 2018 18:10 WIB
Wisatawan berfoto dengan latar pemandangan Water Blow Huts, di Nusa Lembongan, Bali, Rabu (21/3/2018). - JIBI/Rachman

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Pariwisata menargetkan 4.225 paket wisata Indonesia akan terjual dalam World Travel Market 2018. 

Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran II Regional IV (Eropa) Kemeterian Pariwisata Agustini Rahayu mengatakan pada tahun lalu, sejumlah 3.521 paket wisata Indonesia terjual dalam acara World Travel Market (WTM) atau naik sebesar 39,4% dari realisasi penjualan paket wisata 2016 yang sebanyak 2.132 paket.

"Tahun ini kami targetkan bisa menjual 4.224 paket wisata dengan perkiraan potensi devisa yang diperoleh Indonesia Rp3,08 triliun," ujarnya kepada Bisnis.com, Senin (5/11/2018).

Dalam WTM kali ini, sebanyak 53 industri pariwisata Indonesia tengah mengikuti pameran itu. Adapun industri pariwisata yang turut meramaikan acara tersebut terdiri dari hotel, operator tur, agen perjalanan dan Destination Management Company (DMC).

“Ada 9 pemerintah daerah yaitu Provinsi Lampung, Bali, DKI Jakarta, Sulawesi Tenggara, Jawa Tengah, Papua Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Gorontalo, dan Sumatera Utara, juga ikut mengisi Paviliun Indonesia,” ucapnya.

Dengan mengikuti WTM ini, akan mampu mendorong investasi bagi pebisnis pariwisata yang kelak akan memberikan keuntungan berupa devisa bagi Indonesia.

"Inggris masih menduduki peringkat pertama dalam hal jumlah kunjungan wisman (wisatawan mancanegara) asal Eropa. Di 2016 ada 328.882 wisman asal Inggris berkunjung ke Indonesia lalu meningkat menjadi 361.197 pada 2017. Tahun ini sendiri kami targetkan 390.000 wisman Inggris,"  tuturnya. 

Berdasarkan data BPS, dari Januari hingga September 2018 terdapat 301.700 turis asing atau meningkat dari periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 295.100 wisman. 

Terpisah, Ketua Umum Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) Asnawi Bahar meminta agar Kementerian Pariwisata memperbesar ruang untuk mengajak agen tour di daerah. Pasalnya selama ini yang kerap ikut dalam pameran pariwisata di luar negeri hanya pemilik hotel saja. 

"Kalau hotel mereka bisa pesan lewat online. Yang penting saat ini tour dan travel yang menjual paket wisata agar spending dan perolehan devisa besar," ucapnya. 

Tag : pariwisata
Editor : Wike Dita Herlinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top