Fokus Cari CVR, Basarnas Perluas Wilayah Pencarian

Tim gabungan pencarian dan pertolongan korban kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 akan memperluas wilayah pencarian. Hal itu dilkukan untuk menemukan puing pesawat yang lebih besar serta Cockpit Voice Recorder atau CVR.
Aziz Rahardyan | 02 November 2018 18:47 WIB
Tim SAR gabungan melakukan penyelaman saat mencari kotak hitam (black box) pesawat Lion Air bernomor registrasi PK-LQP dengan nomor penerbangan JT 610 di perairan Tanjung Karawang, Jakarta, Kamis (1/11/2018). Bagian kotak hitam tersebut saat ini akan diserahkan kepada KNKT untuk dilakukan investigasi lebih lanjut. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA — Tim gabungan pencarian dan pertolongan korban kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 akan memperluas wilayah pencarian. Hal itu dilkukan untuk menemukan puing pesawat yang lebih besar serta Cockpit Voice Recorder atau CVR.

Setelah menemukan puing pesawat berupa roda depan, Kepala Badan SAR Nasional Marsekal Madya TNI Muhammad Syaugi mengungkapkan wilayah pencarian menggunakan Remotely Operated Vehicle akan diperluas sejauh 50m setiap hari.

"Kita searching di area yang lebih luas untuk menemukan apakah benar ada body pesawat, itu sampai tujuh hari. Termasuk [menemukan] Black Box yang Cockpit Voice Recorder (CVR)," ujar Syaugi di Jakarta International Container Terminal (JICT), Selasa (2/11/2018).

Tetapi Syaugi mengungkapkan kesulitan dalam mencari CVR yaitu lemahnya sinyal pemancar lokasi atau ping locater dari CVR tersebut.

Kepala Badan SAR Nasional Marsekal Madya TNI Muhammad Syaugi/Bisnis-Aziz Rahadyan

Kepala Badan SAR Nasional Marsekal Madya TNI Muhammad Syaugi/Bisnis-Aziz Rahadyan

Selain itu dimensi dari kedua Black Box terbilang kecil bila dilihat dengan mata telanjang, sehingga pada Kamis (1/11/2018) baru Flight Data Recorder (FDR) yang berhasil ditemukan.

"Kemarin 2 [ping locater], tapi yang satu lebih kecil suaranya. Tapi dari kemarin sampai tadi tidak bunyi lagi. Nah, KNKT sudah mengatakan mempunyai alat yang lebih sensitif untuk mencari itu," kata Syaugi.

"Barang ini [CVR] kan kecil, tidak mudah mencari barang kecil di laut," tambahnya.

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top