6 Bulan Beroperasi, BIJB Masih Sepi

Aktivitas penumpang di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) atau Bandara Kertajati masih terlihat sepi meski sudah resmi beroperasi sejak enam bulan lalu.
Ilham Budhiman | 02 November 2018 16:16 WIB
Pekerja membersihkan ruang pengambilan bagasi di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka, Jawa Barat, Kamis (24/5/2018). - ANTARA/M Agung Rajasa

Bisnis.com, MAJALENGKA -- Aktivitas penumpang di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) atau Bandara Kertajati masih terlihat sepi meski sudah resmi beroperasi sejak enam bulan lalu.

Alasannya, belum banyak maskapai yang membuka rute penerbangan reguler di BIJB, kecuali Citilink yang sudah membuka rute Surabaya-Kertajati (PP) dan juga perjalanan umrah ke Madinah. Maskapai ini juga akan membuka rute Kualanamu-Keratajati (PP).
Adapun TransNusa akan segera menyusul dengan rute Semarang-Kertajati (PP) dan Bandar Lampung-Kertajati (PP) pada pekan depan.
Director Operation dan Business Development BIJB Agus Sugeng Widodo tak menampik apabila aktivitas penerbangan masih minim. Menurutnya, perlu upaya untuk menghadirkan penumpang maupun maskapai.

"Ini bisa dibilang seperti istilah lebih dulu ayam atau telur. Maskapai bertanya mana penumpangnya, kemudian penumpang bertanya mana penerbangannya. Jadi sama-sama menunggu. Ini yang jadi tantangan buat kami," ujar Agus di BIJB, Jum'at (2/11/2018).

Dia mengaku salah satu hal yang menjadi permasalahan sepinya penumpang di BIJB adalah masih terbatasnya akses menuju lokasi dari Jakarta dan Bandung. Keberadaan jalan provinsi yang masih belum memadai turut menjadi penyebab sulitnya akses menuju bandara tersebut.

"Jalan provinsi yang sebagian masih semak belukar jadi masalah. Pertanyaanny,a siapa yang merawat dan jadi aset siapa? Karena dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), lahan punya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar), dan dibiayai BIJB," lanjut Agus.

Untuk mengurai salah satu permasalahan tersebut, pihaknya akan memberikan insentif bagi maskapai yang membuka rute ke Kertajati. Seluruh biaya operasional seperti biaya parkir akan dibebaskan. Selain itu, sarana promosi maskapai tersebut pun akan ditanggung pihak BIJB.

Pihaknya juga akan melibatkan dan menjalin kerja sama dengan Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) serta Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) agar mengarahkan para wisawatan menuju wilayah Cirebon , Indramayu, Majalengka, dan Kuningan (Ciayumajakuning) melalui Kertajati.

Tag : bandara kertajati
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top