Ini Fungsi Black Box di Pesawat

Tiap kotak hitam memiliki fungsi yang sama yakni merekam catatan penting sebuah penerbangan. Ada dua bagian dalam kotak hitam yakni Flight Data Recorder (FDR) dan Cockpit Voice Recorder (CVR).
Muhammad Ridwan & Annisa Margrit | 02 November 2018 11:45 WIB
Kotak hitam (black box) pesawat Lion Air bernomor registrasi PK-LQP dengan nomor penerbangan JT 610 berada dalam kotak penyimpanan di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (1/11/2018). - ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, JAKARTA – Setiap terjadi kecelakaan pesawat, black box alias kotak hitam selalu menjadi salah satu fokus tim pencari.

Meski namanya kotak hitam, tapi sebenarnya alat ini tidak sepenuhnya berbentuk kotak maupun berwarna hitam. Lalu, mengapa perangkat ini menjadi begitu penting dan mesti ada di tiap pesawat?

Dilansir dari The New York Times, Jumat (2/11/2018), Federal Aviation Administration (FAA) menyatakan black box bisa berbentuk silinder, kubah, atau bola.  Agar mudah ditemukan, maka warna oranye lah yang dipilih karena dapat terlihat dengan terang.

Yang jelas, tiap kotak hitam memiliki fungsi yang sama yakni merekam catatan penting sebuah penerbangan. Ada dua bagian dalam kotak hitam yakni Flight Data Recorder (FDR) dan Cockpit Voice Recorder (CVR).

FDR berfungsi merekam data-data pesawat ketika terbang, seperti kecepatan, ketinggian, sudut kemiringan, tekanan udara, hingga cuaca. Namun, secara keseluruhan, parameter yang direkam bisa mencapai lebih dari 80 jenis.

FDR biasanya memiliki panjang 50 cm, lebar 12 cm, dan tinggi 6 cm.

Sementara itu, CVR berperan merekam percakapan di kokpit selama dua jam terakhir. Ukuran panjangnya 32 cm, lebar 12 cm, dan tinggi 16 cm.

Ada empat saluran percakapan yang direkam CVR. Pertama, percakapan pilot dengan menara pengawas atau Air Traffic Control (ATC). Kedua, percakapan antara pilot  dengan kopilot.

Ketiga, percakapan pilot dengan awak kabin. Keempat, percakapan di kabin pesawat.

Baik FDR maupun CVR memiliki posisi yang sangat penting karena keduanya memberikan data pembanding antara perilaku pesawat dengan percakapan di berbagai saluran yang ada bagi penyelidikan atau pemeriksaan yang dilakukan.

Misteri tentang apa yang terjadi di waktu-waktu terakhir sebelum pesawat mengalami kecelakaan dapat diketahui dengan jelas dari data di kotak hitam.

Hilangnya pesawat Malaysia Airlines MH370 misalnya, belum dapat dipecahkan bukan hanya karena belum ditemukannya bodi pesawat, tapi juga karena belum ditemukannya kotak hitam pesawat tersebut.

Mengingat fungsinya yang sangat penting, black box umumnya disimpan di ekor pesawat karena dinilai menjadi bagian yang tidak terpapar dampak terlalu besar jika pesawat mengalami kecelakaan.

Untuk melindungi data-data penting di dalamnya, kotak hitam dibuat dengan material sangat kuat agar tidak rusak ketika terjadi benturan ataupun ledakan. Tidak main-main, perangkat tersebut dibuat tahan benturan hingga 3.400 G serta tahan api dengan suhu 800-1.000 derajat Celcius selama 30 menit.

Black box juga mampu bertahan di kedalaman 4.000-5.000 meter di bawah permukaan air.

Agar mudah ditemukan, perangkat ini dilengkapi ping locater yang memancarkan sinyal, yang dapat dipancarkan selama 30 hari setelah kecelakaan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
lion air jatuh, black box

Sumber : The New York Times

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top