Proyek Apartemen Ini Dibangun Setelah Menunggu 4 Tahun

PT Prioritas Land Indonesia (PLI) segera melakukan pengerjaan pondasi Apartemen K2 Park, setelah penandatanganan kerja sama dengan investor asal China, Nantong Double Great Group.
Maria Elena | 29 Oktober 2018 17:41 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - PT Prioritas Land Indonesia (PLI) segera melakukan pengerjaan pondasi Apartemen K2 Park, setelah penandatanganan kerja sama dengan investor asal China, Nantong Double Great Group.

Presiden Direktur PT Prioritas Land Indonesia Marcellus Chandra mengatakan, kerja sama tersebut dalam bentuk pembagian saham. “Nantong, mengakuisisi sebesar 51% saham, sementara 49% masih dipegang oleh Prioritas Land,” kata Marcell, saat acara peresmian pembangunan pondasi K2 Park di Serpong, Senin (29/10/2018).

Marcell mengatakan Nantong Double Great Group merupakan perusahaan tekstil sekaligus pengembang yang berpengalaman di negeri asalnya wilayah Nantong, Provinsi Jiangsu, China. Kerja sama dengan Prioritas Land Indonesia ini merupakan langkah pertama Nantong dalam berekspansi ke Indonesia.

Senada dengan Marcell, CEO Nantong Double Great Group Guo Yonghe mengatakan hal ini merupakan kali pertama bekerjasama dengan developer Indonesia. Menurutnya, pasar properti Indonesia masih terlihat menjanjikan.

"Pasar properti Indonesia masih sangat menjanjikan mengingat kebutuhan hunian di Indonesia masih tinggi. Apalagi, hunian high rise sudah menjadi gaya hidup masyarakat urban dan generasi milenial. Kami optimis, ke depan, proyek hunian high rise masih menarik bagi para investor,” kata dia.

Proyek K2 Park pertama kali diluncurkan pada 2014 dan rencana serah terima K2 Park akan dilakukan pada  Desember 2018, namun Marcell mengaku memang terjadi keterlambatan.

Dia mengatakan pembangunan akan dilakukan secara bertahap dan seluruhnya ditargetkan selesai pada 2022. Dana investasi untuk keseluruhan bangunan sebesar Rp3 triliun.

Di atas lahan seluas 3 hektare, K2 Park yang terletak di daerah Gading Serpong  akan menjadi kawasan terpadu (mixed use), menghadirkan 9 tower dengan masing-masing terdiri dari 32 lantai.

Tahap pertama akan dimulai dengan membangun pondasi untuk tiga tower, berjumlah sekitar 2700 unit dengan dana investasi sebesar Rp800 miliar.

"Pada tahap pertama akan digelontorkan dana sebesar Rp200 miliar yang mana Rp60 miliar berupa dana suntikan dan sisanya berupa Hutang Pemegang Saham," papar Marcell.

Tag : proyek apartemen
Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top