Indo Acid Tama Kembangkan Pupuk untuk Lahan Sub-Optimal

PT Indo Acidatama Tbk mulai memproduksi pupuk cair beka untuk meningkatkan produktivitas lahan sub-optimal yakni lahan pasang surut, rawa atau gambut yang relatif rendah sekitar 3 ton/ha—4 ton/ha.
Pandu Gumilar | 21 Oktober 2018 14:23 WIB
Lahan rawa. - dephut.go.id

Bisnis.com, JAKARTA — PT Indo Acidatama Tbk mulai memproduksi pupuk cair beka untuk meningkatkan produktivitas lahan sub-optimal yakni lahan pasang surut, rawa atau gambut yang relatif rendah sekitar 3 ton/ha—4 ton/ha.

Edy Darmawan, Head Marketing PT Indo Acidatama Tbk mengklaim dengan menggunakan pupuk cair beka bisa  meningkatkan produksi bisa naik dua kali lipat. Jika produksi semula 3,5 ton/ha, setelah pakai pupuk cair beka produksi bisa meningkat 7 ton/ha.

"Pupuk tersebut dapat meningkatkan produktivitas karena mampu menaikan pH tanah, rawa, pasang surut dan tanah lebak," katanya dalam siaran resmi Sabtu (21/10). Edy menyebutkan produktivitas tanaman padi di lahan rawa lebak dan pasang surut rendah, karena keasaman tanah cukup tinggi.

Untuk itu, lanjutnya, pupuk Beka Gambut, dapat menaikan pH tanah, sehingga produksi menjadi tinggi. Selain meningkatkan produktivitas tanaman, pupuk Beka Gambut, dapat menekan biaya produksi sekitar Rp 1,5 juta/ha. Menurutnya selama ini petani lahan rawa atau lebak menggunakan pupuk dolomit atau kapur untuk meningkatkan pH, biayanya cukup tinggi. 

Edy menjelaskan kalau menggunakan dolomit atau kapur, kebutuhan 1 ha mencapai 2 ton senilai Rp2 juta. Namun dengan menggunakan pupuk cair beka, biaya bisa ditekan hanya Rp 500 ribu/ha. “Pemakaian pupuk cair beka 6 liter/ha dengan harga sekitar Rp 75 ribu/liter. Selain hemat biaya, Beka lebih praktis untuk digunakan,” tegas Edy.

PT Indo Acidatama bersama Badan Restorasi Gambut (BRG) juga melakukan uji coba di Kalimantan Tengah tahun 2017 hasilnya produktivitas tanaman padi meningkat dua kali lipat. “Dari pengalaman ini, kami terpanggil untuk melakukan uji coba pada gelar teknologi lapang,” tegasnya.

Menurutnya kebijakan pemerintah mengembangkan lahan pasang surut, dan lahan rawa sangat tepat. Selain potensi lahan sub-optimal ini cukup besar, biaya pengolahan lahan lebih kecil jika dibandingkan dengan cetak sawah baru.

Menurut Edy, lahan rawa atau pasang surut (gambut) bisa dikelola pH-nya dan di atur tata kelola airnya, sehingga memungkinkan untuk di tanami berbagai jenis benih padi . “Yang penting lagi, jika tata kelola air baik, maka lahan ini bisa ditanami dua kali setahun,” tegasnya.

Teknologi pupuk yang dimiliki PT Indo Acidatama  diharapkan dapat berperan serta dalam pengembangan lahan rawa dan pasang surut di Indonesia.
 
“Semua diproduksi secara modern  dengan control  yang ketat sehingga menjamin kualitas yang baik,” tegasnya. Dia menambahkan  seluruh produksi PT Indo Acidatama, telah tersertifikasi organic dan memilik standar produksi internasional dengan kapasitas pabrik mencapai 60 juta liter/tahun.

Tag : pertanian, pupuk
Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top