Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Komitmen Rp200 Triliun Hasil Pertemuan IMF-World Bank Positif Bagi Investasi 2019

Setelah mendapatkan komitmen investasi senilai Rp200 triliun, diyakini akan menjadi sentimen positif bagi iklim investasi pada 2019. Tantangannya tinggal bagaimana Pemerintah berupaya cepat menggulirkan janji penanaman modal tersebut.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 17 Oktober 2018  |  12:17 WIB
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen (dari kiri) berbincang dengan Dirut Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo, disaksikan Dirut Jasa Marga Desi Arriyani saat penandatanganan pernyataan efektif Kontrak Investasi Kolektif Dana Investasi Infrastruktur (KIK DINFRA) yang diterbitkan Mandiri Sekuritas, pada perhelatan Indonesia Investment Forum, di Nusa Dua, Bali, Kamis (11/10/2018). - JIBI/Abdullah Azzam
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen (dari kiri) berbincang dengan Dirut Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo, disaksikan Dirut Jasa Marga Desi Arriyani saat penandatanganan pernyataan efektif Kontrak Investasi Kolektif Dana Investasi Infrastruktur (KIK DINFRA) yang diterbitkan Mandiri Sekuritas, pada perhelatan Indonesia Investment Forum, di Nusa Dua, Bali, Kamis (11/10/2018). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, NUSADUA, Bali - Annual Meetings IMF-World Bank Group 2018 usai. Berbagai catatan manis ditorehkan Indonesia termasuk di bidang investasi.

Setelah mendapatkan komitmen investasi senilai Rp200 triliun, diyakini akan menjadi sentimen positif bagi iklim investasi pada 2019. Tantangannya tinggal bagaimana Pemerintah berupaya cepat menggulirkan janji penanaman modal tersebut.

Direktur Penelitian Core Indonesia, Piter Abdullah menuturkan pemerintah berhasil mendapatkan komitmen investasi asing untuk proyek-proyek infrastruktur senilai Rp200 triliun.

"Tentunya, hal ini membangkitkan sentimen positif investasi di tahun depan. Namun, tantangannya tetap bagaimana merealisasikan komitmen [tersebut]," ungkapnya saat dihubungi Bisnis, Rabu (17/10/2018).

Menurutnya, pemerintah harus menjaga agar semua komitmen yang didapatkan selama pertemuan tahunan tersebut dapat segera ditindaklanjuti dan direalisasikan.

"Tanpa itu sentimen positif terkait investasi hanya bersifat sementara dan tidak menghasilkan apa-apa," ungkapnya.

Adapun, selama pelaksanaan Annual Meetings terjadi penandatangan delapan kerja sama BUMN di bawah Kementerian Keuangan. Lalu, International Finance Corporation (IFC), anggota dari World Bank Group, menerbitkan Green Komodo Bond dengan jumlah pokok Rp2 triliun, pada Senin (8/10/2018).

Terjadi Penandatanganan kerja sama proyek yang melibatkan 14 BUMN untuk 19 transaksi dengan total nilai US$13,5 miliar, pada Kamis (11/10/2018).

Sementara, penandatangan pembiayaan proyek sektor prioritas dengan perkiraan total nilai Rp47 triliun yang difasilitasi oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Bappenas melalui Pembiayaan Investasi Non Anggaran Pemerintah (PINA), Sabtu (13/10/2018).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi annual meetings IMF-World Bank
Editor : Fajar Sidik
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top