Hutama Anugerah Properti Usung Konsep TOD Jadi TOL

Masuknya Creed Group dari Jepang ke dalam investasi perusahaan properti Indonesia, PT Hutama Anugrah Propertindo (HAP), menambah panjang daftar investasi Jepang di Indonesia.
Anitana Widya Puspa | 12 Oktober 2018 16:28 WIB
Pembangunan proyek kawasan transit terpadu atau transit oriented development (TOD) di Pintu M1 Bandara Soekarno-Hatta, Kota Tangerang. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA-- Masuknya Creed Group dari Jepang ke dalam investasi perusahaan properti Indonesia, PT Hutama Anugrah Propertindo (HAP), menambah panjang daftar investasi Jepang di Indonesia.

Direktur Utama PT Hutama Anugrah Propertindo, Ferdy Sutrisno, mengatakan setelah melalui sejumlah proses due diligence, awal tahun ini pihak Creed Group melalui kantor perwakilan Creed Holdings Pte. Ltd. di Indonesia, bergabung dalam manajemen PT Hutama Anugrah Propertindo sebagai mitra (partner strategis).

Dalam kesempatan sama, Komisaris PT Hutama Anugrah Propertindo, Pingki Elka Pangestu mengemukakan, kemitraan strategis yang dijalin dengan Creed Group Japan membawa hal positif, di mana produk yang dihadirkan, lebih mengacu pada international standard.

“Kami melihat Jepang sudah terbiasa mengimplementasikan berbagai Transit Oriented Development (TOD), sehingga nantinya melalui investasi Creed Group Japan dalam Serpong Garden Apartment, akan ditingkatkan lebih dari TOD menjadi Transport Oriented Living (TOL), dari seluruh desain yang mengacu pada peningkatan kualitas hidup yang saling terintegrasi, sehingga diharapkan menciptakan harmoni yang lebih baik,"katanya Jumat (12/10/2018)

Serpong Garden Apartment adalah salah satu dari jajaran apartemen yang pertama mengaplikasikan TOL. Berbeda kondisinya dengan Jepang, di mana infrastruktur TOD sudah terpasang, seperti dapat disaksikan di sejumlah daerah seperti Shibuya dan Shinjuku.

Saat ini, kata dia di Indonesia sarana transportasi massal seperti MRT, LRT, dan kereta cepat, sedang dalam masa proses pembangunan, sehingga kereta komuter yang melewati Cisauk, nantinya akan menjadi intermoda terpadu, setelah Serpong Garden Apartment selesai dibangun,

Hunian TOL dan Fungsi sebagai Hub

Itu sebabnya selain didesain sebagai hunian TOL, Serpong Garden Apartment juga akan menjadi hub (penghubung) yang tidak saja dapat difungsikan oleh para penghuni apartemen, melainkan juga memberi manfaat bagi lingkungan di sekitarnya.

Dalam hal akses dan kemudahan lokasi, keberadaan Serpong Garden Apartment didukung oleh keberadaan jembatan berdesain artistik, yang arahnya menuju Stasiun Cisauk dengan jarak tempuh hanya 25 meter.

Dari Stasiun Cisauk, hanya membutuhkan waktu 40 menit, sampai ke Stasiun Dukuh Atas Sudirman Jakarta Pusat, dengan biaya Rp 4.000,- satu kali naik kereta. Terbuka juga akses ke daerah manapun juga, menggunakan jaringan transportasi kereta rel listrik dan monorel Jabodetabek.

Selain itu perjalanan ditempuh hanya dalam waktu 5 menit, untuk berjalan kaki melalui jembatan, sudah terhubung dengan terminal terpadu intermoda, yang merupakan pusat transportasi darat terpenting di kawasan ini, seperti menggunakan bus Transjakarta dan bis antar kota, yang nantinya akan terpusat di daerah tersebut.

Jika menggunakan kendaraan pribadi seperti mobil, maka jarak dari lokasi apartemen ke pintu tol keluar terdekat di daerah Serpong, antara lain melalui pintu tol Jakarta – BSD; pintu tol TB Simatupang; pintu tol JORR 2, akan langsung menjadi akses ke Bandara Soekarno Hatta; dan juga stasiun monorel langsung ke terminal 1,2 dan 3 Bandara Soekarno Hatta, dengan jarak tempuh sekitar 9 kilometer. Sementara itu stasiun kereta api yang terdekat adalah Stasiun Intermoda Cisauk.

Progres pembangunan fisik apartemen, saat ini sudah sampai pada tahap konstruksi struktur bawah dan bulan Oktober ini akan menuju pada tahapan ke-tingkat dua bangunan.

“Serpong Garden Apartment akan menciptakan energi dan kelangsungan bagi komunitas yang tercipta di wilayah tersebut. Itu sebabnya semua ruang di Serpong Garden Apartment, dirancang dalam upaya mendukung gaya kehidupan yang lebih praktis, bersinergi, namun juga diharapkan bebas hambatan, “ paparnya.

Tag : bisnis properti, transit oriented development
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top