Pacu Penghiliran Hasil Riset, KKP Gandeng Kalangan Industri

Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kementerian Kelautan dan Perikanan (BRSDM-KKP) menandatangani kerjasama dengan sejumlah pihak terkait pemanfaatan hasil riset untuk pemenuhan kebutuhan industri.
Juli Etha Ramaida Manalu | 09 Oktober 2018 20:59 WIB
Petani rumput laut memeriksa tanaman rumput laut di Pantai Ujungnge, Bone, Sulawesi Selatan, Selasa (31/10). - ANTARA/Yusran Uccang

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kementerian Kelautan dan Perikanan (BRSDM-KKP) menandatangani kerjasama dengan sejumlah pihak terkait pemanfaatan hasil riset untuk pemenuhan kebutuhan industri.

Penandatanganan kerja sama ini dilakukan dalam Science and Innovation Business Matching (SCBM) yang digelar pada Selasa (9/10/2018). SCBM sendiri merupakan wadah untuk mempertemukan antara hasil riset dari pihak KKP dengan para calon mitra dari duia usaha atau industri.

Melalui SCBM ini diharapkan akan semakin banyak hasil riset dari KKP yang bisa dihilirisasi atau diadopsi oleh industri untuk kemudian diperbanyak atau dikomersilkan sehingga bisa dipergunakan oleh masyarakat.

“Menurut data dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi tingkat pencapaian hilirisasi riset inovasi di Indonesia masih sekitar 3%-5% saja. Terpaut jauh dengan tingkat keberhasilan di China sekitar 25% ataupun Ameria Serikat dan Eropa 10%-15%,” kata Sekretaris BRSDM Maman Hermawan, Selasa (9/10/2018)

Rendahnya kesuksesan ini dikarenakan lemahnya keterkaitan lembaga penelitian dengan industri di mana peneliti tidak atau belum melakukan riset sesuai kebutuhan industri. Melali SCBM ini pihaknya berharap komunikasi dan dialog aktif antara mitra dengan unit riset KKP bisa terjalin guna menghaslkan inovasi baru yang berpotensi mendukung pengembangan Kelautan dan Perikanan Indonesia serta kesejahteraan masyarakat.

Hari ini, (9/10/2018) BRSDM melakukan penandatanganan empat kerjasama hasil riset dengan sejumlah perusahaan. Salah satunya adalah kerja sama antara Kepala Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi KKP dengan PT Martina Berto Perihal produk kosmetik dan obat tradisional berbasis bahan aktif dari laut.

PT Martina Berto merupakan manufaktur, perusahaan pemasaran, penelitian, dan pengembangan merek yang ada di Grup Martha Tilaar. Creative & Innovation Director Martha Tilaar Group Kilala Tilaar menyebutkan untuk tahap awal pihaknya berencana menafaatkan ekstrak rumput laut dan teripang hasil riset pihak KKP. Saat ini, pemanfaatan hasil riset ini masih perlu melalui serangkaian uji klinis Sebelum diproduksi secara massal dan dipasarkan.

Selain kerja sama dengan Martina Berto, ada pula penandatanganan kerja sama lain seperti antara Balai Riset Perikanan Budidaya Air Tawar dan Penyuluhan Perikanan dengan Direktur PT Sanbe Farma/PT Caprifarmindo untuk perbanyakan produk vaksin hidrogalaksi, antara Kepala Balai RisetBudidaya Ikan Hias dengan Direktur PT Biocon Natural Indonesia untuk pengembangan magot, dan antara Kepala Balai Riset Pemuliaan Ikan dengan Kepala Cabang Dinas Kelautan dan Perikanan Wilayah Utara Provinsi Jawa Barat untuk pengembangan calon induk Patin Perkasa.

Adapula pengenalan Wakatobi AIS, perangkat berupa sistem pelacakan otomatis pada kapal. Dengan alat ini, diharapkan akan lebih mudah memantau keberadaan nelayan di lautan. Wakatobi AIS sendiri dirancang khusus sebagai pemantau posisi untuk kapal-kapal kkecil berukuran kurang dari 3 GT.

Tag : perikanan, rumput laut
Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top