Pertamina Hadapi Tantangan Distribusi di Daerah Bencana Sulteng

PT Pertamina (Persero) memastikan tidak ada masalah dalam pasokan bahan bakar minyak ataupun gas di Sulawesi Tengah, khususnya Palu dan Donggala.
David Eka Issetiabudi | 05 Oktober 2018 16:24 WIB
Warga antre mendapatkan bahan bakar minyak di SPBU Jalan Maluku, kota Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (3/10/2018). - JIBI/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA — PT Pertamina (Persero) memastikan tidak ada masalah dalam pasokan bahan bakar minyak ataupun gas di Sulawesi Tengah, khususnya Palu dan Donggala.

Vice President Corporate Communication Adiatma Sardjito mengatakan permasalahan sesungguhnya pascabencana gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah (Sulteng) adalah saluran distribusi BBM. Menurutnya, pasokan BBM ataupun LPG dipastikan telah siap memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Sekarang distribusi kami percepat, kami all out. Sekarang dari 17 SPBU yang ada, hanya 6 yang beroperasi,” tuturnya kepada Bisnis, Jumat (5/10/2018).

Adiatma menjelaskan Pertamina telah mengupayakan segala cara untuk mendistribusikan solar ke masyarakat, seperti menggunakan pompa engkol. Demikian juga dalam hal distribusi, salah satunya dengan mendatangkan mobil tangki meteran. 

“Kami terbangkan mobil tangki meteran, besok pagi [6/10] sampai. Nanti saya kira kalau sudah siap mobil tangki itu, distribusi solar akan lebih lancar lagi,” tambahnya.

Upaya menggantikan SPBU juga dilakukan Pertamina dengan menghadirkan SPBU Portabel. Satuan pengisian bahan bakar umum ini telah dihadirkan dan berangsur beroperasi di beberapa lokasi SPBU terdampak gempa dan tsunami di Sulteng.

Pengiriman dilakukan bertahap melalui jalur udara dan darat. Mulai Kamis (4/10), SPBU Portabel sudah tiba bertahap di Bandara Mutiara SIS Al Jufrie Palu.

Jumlahnya kembali bertambah setelah hari ini 20 unit SPBU Portabel sudah didistribusikan untuk dioperasikan di 4 SPBU. 

Unit Manager Communication & CSR Pertamina Marketing Operation Region Roby Hervindo mengungkapkan SPBU Portabel itu dikirim Pertamina sejak Selasa (3/10) dari Bandara Pertamina Pondok Cabe.

“Pengiriman melalui jalur udara tidak serta merta bisa langsung tiba ke Bandara Palu pada hari yang sama karena pesawat harus transit ke Bandara di Balikpapan atau Makassar untuk mengisi bahan bakar, atau menunggu jadwal pengaturan pendaratan di Palu,” paparnya dalam keterangan resmi.

Sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla menginstruksikan penjualan BBM di SPBU di daerah terdampak bencana di Sulteng, khususnya Palu dan Donggala, dilakukan secara konvensional. SPBU diminta menjual BBM secara eceran dengan menggunakan liter konvensional agar distribusinya tidak bergantung pada listrik.

JK mencontohkan penjualan tersebut seperti melego minyak tanah saat masih beredar. Dia meminta hal tersebut dimulai dari hari ini.

Tag : pertamina, Gempa Palu
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top